Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:47 WIB

G Agung Meletus, 5 Bandara Ini Gantikan Ngurah Rai

Oleh : Dewa putu sumerta | Senin, 25 September 2017 | 09:09 WIB
G Agung Meletus, 5 Bandara Ini Gantikan Ngurah Rai
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Badung - Eskalasi erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali, meningkat menjadi status awas. Sejauh ini, aktivitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, masih berjalan normal.

Pihak Bandara Internasional Ngurah Rai baru akan melakukan penutupan apabila Gunung Agung benar-benar meletus, dan mengeluarkan hujan abu yang mengganggu aktifitas penerbangan.

"Bandara I Gusti Ngurah Rai akan ditutup jika ada letusan Gunung Agung. Dari AirNav Indonesia bersama PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II telah menyiapkan alternatif pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara sesuai daya tampung yang tersedia," kata Corporate Secretary Perum PPPNPI (AirNav), Didiet KS Radityo di Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (24/9/2017).

Didiet mengungkapkan, rute pengalihan yang ditentukan ada 5, yakni menuju Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, dan Bandara Lombok.

Ia mengaku, untuk rute-rute pengalihan itu antara lain meliputi 10 penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya, 5 penerbangan ke Bandara Hasanuddin Makassar, 5 penerbangan ke Balikpapan, 5 penerbangan ke Jakarta, 3 penerbangan ke Lombok.

Didiet menegaskan, AirNav Indonesia telah melakukan simulasi pelayanan lalu lintas penerbangan untuk merespons erupsi Gunung Agung bila terjadi. Simulasi ini melibatkan Jakarta Air Traffic Service Centre (JATSC), Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC), Airnav Indonesia cabang Bali dan Surabaya, Darwin Volcanic Ash Advisory Centre, Virgin Australia, dan KOBU1, 3, 4, 5.

Meski begitu, Didiet mengakui, saat ini, aktivitas Gunung Agung belum berdampak pada navigasi penerbangan. Debu vulkanik belum terdeteksi, bahkan aktivitas penerbangan masih normal hingga hari ini.

"Kita akan lakukan sesuai prosedur, secepatnya kami akan keluarkan peringatan, baik Notam maupun ASHTAM bilamana sudah menggangu jalur penerbangan yang keluar atau menuju Baki," pungkas Didiet. [ipe]

Komentar

 
x