Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:17 WIB

Tiga Satelit Tunjukkan Penurunan Hotspot

Oleh : - | Selasa, 26 September 2017 | 11:57 WIB
Tiga Satelit Tunjukkan Penurunan Hotspot
(Foto: menlhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pantauan hotspot hari Minggu (24/09/2017) menunjukkan jumlah yang semakin menurun dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Jika sehari sebelumnya (Sabtu, 23/09/2017) berdasarkan pantauan satelit NOAA19 terpantau 60 hotspot, maka pada hari Minggu berdasarkan laporan pukul 20.00 WIB, tercatat hanya ada 2 titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia, yaitu di Kalimantan Barat 1 titik dan di Kalimantan Utara 1 titik.

Sementara berdasarkan pantauan Satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ?80%, juga menunjukkan penurunan, hanya ada 7 titik panas di seluruh wilayah Indonesia yaitu di Jawa Timur 1 titik dan Nusa Tenggara Barat 6 titik. Begitu juga pantauan Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ?80% menunjukkan hanya ada 8 titik di wilayah Indonesia, yaitu di Jawa Timur 1 titik dan Nusa Barat 7 titik.

Selain itu Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Hutan dan Lahan (Minggu, 24/09/2017), juga melaporkan kondisi cuaca di beberapa wilayah rawan kebakaran menunjukkan cuaca mendung, berawan, dan hujan baik dengan hujan intensitas ringan, sedang, atau pun tinggi. Kondisi ini tentu sangat membantu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Manggala Agni dalam melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Seperti diketahui bahwa cuaca yang sangat panas menjadi pemicu terdeteksinya hotspot di beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi tegakan atau vegetasi yang kering karena panas sangat rentan terbakar. Dengan adanya cuaca yang mendung dan bahkan hujan, wilayah-wilayah yang rawan terbakar akan memperkecil potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan", ujar Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK.

Raffles menegaskan bahwa kondisi ini tidak harus membuat Manggala Agni lengah. Tugas sebagai panglima api tidak hanya melakukan pemadaman saja, tapi juga terus melakukan upaya pencegahan. Mulai dari pemantauan cuaca, pemantauan hotspot, dan juga aksi di lapangan seperti pendekatan yang intensif ke masyarakat dan patroli terus dilakukan oleh Manggala Agni.

Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK mencatat di tahun 2017 sampai dengan 24 September 2017, berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA19 total hotspot sebanyak 2.259 titik. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.220 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 961 titik atau 29,84%.

Sementara berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80%, total hotspot sebanyak 1.584 titik, sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.464 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.880 titik atau 54,27%.

Meski mengalami penurunan titik hotspot, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh Manggala Agni Daops Banyuasin Sumatera Selatan bersama-sama dengan TNI, Polri dan Satgas Desa dengan dibantu oleh Satgas Udara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran seluas 15 Ha berhasil dikendalikan oleh tim gabungan setelah 2 Jam 16 menit dilakukan pemadaman.

Sementara itu di Desa Gasing Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin juga dilakukan pemadaman oleh tim gabungan pada lahan terbakar seluas 1 Ha. Selain Desa Palem Raya dan Desa Gasing, pemadaman lahan terbakar sekitar 38 Ha juga berhasil dilakukan di Desa Talang Asam, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kemudian Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim juga merupakan Desa yang mengalami kebakaran. Manggala Agni Daops Lahat memadamkam kebakaran yang terjadi pada lahan gambut seluas 10 ha oleh tim terpadu bersama dengan TNI, Polri, dan Satgas Desa.

Tags

Komentar

 
x