Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:08 WIB

Inilah Konferensi Kehumasan Pertama di Dunia

Oleh : - | Selasa, 26 September 2017 | 11:53 WIB
Inilah Konferensi Kehumasan Pertama di Dunia
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bali - ASEAN PR Network dan Global Alliance Public Relations and Communication Management menjadi tuan rumah ASEAN PR Conference 2017.

Konferensi kehumasan pertama yang dilakukan pada skala global di Asia ini berlangsung pada tanggal 20-23 September 2017 di The Trans Resort, Bali. Bertajuk "Mengkomunikasikan Kompetisi Global ASEAN," konferensi ini merangkum tentang bagaimana PR dan komunikasi dapat membantu ASEAN mendapatkan lebih banyak pengakuan di antara komunitas global dan negara-negara regional.

Pada hari kedua, Chairul Tanjung, CEO CT Corp dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, menjelaskan Humas, Media Landscape di Indonesia dan Business Communication Leadership.

"Komunikasi dalam dunia bisnis haruslah berubah menjadi lebih interaktif dan dua arah, terutama dalam menjalani bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen. Beriklan tidaklah cukup untuk menginformasikan atau meningkatkan kesadaran khalayak pada produk ataupun perusahaan kita," ujar Chairul Tanjung.

"Konsumen adalah salah satu Humas terbaik kita, kenapa? Karena mereka serta merta berbagi pengalamannya kepada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan adalah mengakomodir atau memastikan kepuasan mereka terhadap produk ataupun layanan perusahaan kita," tambah dia.

Sementara itu, Prita Kemal Gani, Presiden ASEAN Public Relations Network berharap setiap partisipan mendapatkan banyak manfaat dari acara ini.

"Semoga jejaring setiap yang hadir di sini semakin luas dan meningkat ke level global, dapat menyerap ilmu dari para pembicara yang ahli di bidang public relations bahkan dapat lebih mengenal dan memahami negara-negara ASEAN dan kendala apa yang terjadi di dalamnya kala menghadapi ASEAN Economy Community.

Konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan 36 tokoh besar di seluruh wilayah, termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Australia.

Pada hari pertama, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Indonesia), berbicara dari perspektif Indonesia tentang berkomunikasi di ranah publik untuk memperbaiki radikalisme digital dan bagaimana ICT dapat menggunakan Public Relations untuk mendorong usaha kecil.

Turut hadir Petrus Reinhard Golose, Kapolda Bali yang mewakili Kapolri, Tito Karnavian membicarakan tentang cybercrime.

Selama konferensi ini terdapat beberapa pembicara mancanegara yang terlibat seperti: Gregor Halff, Profesor dan Wakil Dekan di Singapore Management University & Co-Chair ASEAN Conference Committee yang menjelaskan bagaimana para pemimpin asosiasi mendukung asosiasi dan bisnis mereka.

Krishnasamy Bhavani, Managing Director International PR Training Pte Ltd, Mantan Presiden Institut Hubungan Masyarakat Singapura dan Anggota Dewan Kehormatan APRN (Singapura) yang membahas pembentukan kembali citra ASEAN di masyarakat global.

Ramon R. Osorio, Mantan Kepala Komunikasi Perusahaan di ABS-CBN, Mantan Presiden Hubungan Masyarakat Filipina yang menjelaskan kompetensi dan kemampuan PR di ASEAN dan global.

Ma. Lourdes N. Tiquia, CEO PUBLiCUS Asia, Inc (Phillippines), yang berbicara tentang komunikasi politik di ASEAN.

Nutthaboon Pornrattanacharoen, Wakil Presiden, Akademisi, Asosiasi PR Thailand, yang menjelaskan pemurnian merek ASEAN dalam konteks global.

Jennifer Muir, Presiden Direktur Hubungan Masyarakat Australia & Counsel Primary Communication (Australia) yang menjelaskan bagaimana membangun reputasi yang kuat di dunia yang kompetitif.

Partisipan ASEAN Public Relations Conference 2017 tidak hanya berasal dari professional, tetapi juga akademisi, mahasiswa dan berbagai anggota asosiasi public relations dari negara lain. Mereka berasal dari Sydney, Bangkok, Mumbai, Ho Chi Min, Kuala Lumpur, Manila, Singapore, Perth, Canberra, London, Jakarta, Bali, Batam dan berbagai kota di Indonesia lainnya.

Acara ini juga terselenggara berkat dukungan Global Alliance Public Relations and Communication Management yang diketuai oleh Jose Manuel Velasco, Chairman of Global Alliance Public Relations and Communication.

Konferensi dimulai pada tanggal 20 September 2017 dengan sebuah lokakarya khusus untuk para pemimpin asosiasi PR regional, sesi presentasi untuk makalah penelitian dari komunitas akademis, Welcome Dinner. Pada Kamis (21/9/2017) malam telah berlangsung Gala Dinner dan Malam Budaya untuk para partisipan yang dijamu oleh Bupati dan masyarakat kabupaten Badung.

ASEAN Public Relations Network (APRN) didirikan pada Juni 2014 yang bertujuan menjadi platform untuk memfasilitasi konektivitas antara pemimpin PR, praktisi PR, pendidik PR, institusi PR di kawasan ini. Sedangkan Aliansi Global untuk Hubungan Masyarakat dan Manajemen Komunikasi, konfederasi asosiasi dan institusi pengelolaan PR dan komunikasi utama di dunia, mewakili 500.000 praktisi dan akademisi di seluruh dunia dan 160.000 di American PR Society.

APRN berbasis di Jakarta dan beranggotakan perusahaan, agensi humas, institusi komunikasi dan universitas, PR National Association, dan profesional PR di seluruh Asia Tenggara.

Konferensi ASEAN yang pertama ini mempertemukan delegasi internasional di Bali-Indonesia pada tanggal 20-22 September 2017. Pada kesempatan tersebut, konferensi PR Regional membahas beberapa peringatan penting isu di PR, khususnya tentang bagaimana ASEAN terlibat secara global.

Dengan tema "Mengkomunikasikan ASEAN dalam Daya Saing Global," APRN mengeksplorasi perjalanan ASEAN menuju tonggak berikutnya dengan menekankan apa pandangan dari beragam praktisi komunikasi yang beroperasi di Asia Tenggara dan bagaimana pandangan dunia terhadap pendekatan ASEAN terhadap teori hubungan masyarakat. [jin]

Komentar

 
x