Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 07:38 WIB

Antisipasi Kelangkaan

Pemprov Sumbar Larang PNS Beli Elpiji 3 Kg

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 26 September 2017 | 19:23 WIB
Pemprov Sumbar Larang PNS Beli Elpiji 3 Kg
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta- Guna mengantisipasi kelangkaan gas Elpiji 3 kg, Pemprov Sumbar melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan gas melon.

Disamping itu, Pemprov juga meminta kabupaten dan kota untuk ikut mengawasi penyelewengan alokasi penjualan Elpiji 3 kilogram, karena ada indikasi penyelewengan alokasi satu daerah ke daerah lain.

"Harusnya Elipiji 3 kilogram untuk masyarakat kurang mampu. Tetapi, banyak juga dipakai golongan usaha dan masyarakat yang tidak berhak. Ini mungkin penyebab gas menjadi langka," kata Wagub Sumbar Nasrul Abit dalam keterangan resmi, Selasa (26/9/2017).

Selain keluarga mampu, Nasrul juga menduga, bahwa banyak pedagang di luar usaha mikro, yang membeli gas melon, termasuk mengalihkan ke daerah lain. Pembelian oleh pedagang tersebut, menurut Nasrul, adakah untuk mendapatkan keuntungan hingga terjadi kelangkaan LPG pada daerah pemilik kuota.

"Dugaan-dugaan ini tentu perlu dibuktikan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar sudah saya perintahkan untuk berkordinasi dengan pihak terkait menyangkut hal ini," kata dia.

Ikatan Masyarakat Peduli Gas Bersubsidi (IMPGB) Sumatera Barat juga menyoroti distribusi Elpiji 3kg yang salah sasaran.

Koordinator IMPGB Sumbar, Zulfianto Chaniago, meminta masyarakat untuk turut peduli terhadap keluarga miskin dan pengusaha mikro. Caranya yang paling mudah adalah dengan tidak turut membeli gas melon yang seharusnya menjadi hak penerima subsidi.

"Biarkan keluarga miskin, rentan miskin, dan usaha mikro saja yang membeli Elpiji 3kg. Sedangkan masyarakat mampu, katering, dan bahkan restoran tidak sudah saatnya meninggalkan gas melon tersebut. Malu kalau masih membeli, karena memang bukan hak kita," kata Zulfianto.

Menurutnya, rasa malu bagi masyarakat mampu yang menggunakan gas melon, memang harus ditumbuhkan. Sebab, selama ini mereka tidak merasa bahwa sudah turut menikmati subsidi yang tidak diperuntukkan bagi mereka.

"Bayangkan saja, tidak sedikit pembeli yang mempergunakan mobil ketika membeli gas melon. Padahal, gas tersebut untuk keluarga miskin. Malu kan," kata dia. [hid]

Komentar

 
x