Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:11 WIB

Rini: Utang PLN Wajar untuk Mengembangkan Usaha

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 28 September 2017 | 13:45 WIB
Rini: Utang PLN Wajar untuk Mengembangkan Usaha
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno - (Foto: Inilahcom/Didik S.)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menilai wajar apabila ada perusahaan pelat merah sekelas PT PLN (Persero) memiliki utang.

Rini menyebut, utang perusahaan harus diarahkan untuk membesarkan size perusahaan. Jadi, tidak masalah perusahaan memiliki utang demi mengembangkan usaha. Hanya saja, volume utang haruslah dijaga melalui kontrol rasio ekuitasnya. "Utang tetap harus ada. Kalau kita bangun perusahaan di bidang apapun, utang tetap ada," jelas Rini di Hotel Shangri la, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Jika bicara soal investasi, kata Rini, aset merupakan sesuatu yang berharga. Dalam hal ini, pembangkit listrik milik PLN harus bisa dijalankan. "Aset itu (berupa) power plant jadi harus bisa jalan, produksi listrik dengan harga efisien dan memadai," terang Rini.

Rini menerangkan, sebelum adanya proyek 35.000 MW, PLN sudah memiliki pembangkit dengan total 46.000 MW dimana sebagian besar dimiliki PLN, sisanya dimiliki swasta.

Menyusul adanya surat yang ditulis Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati tentang risiko keuangan PLN, Rini menilai hal itu sah-sah saja. "Normal saja (kalau) menkeu ingatkan kita," jelas Rini. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x