Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:04 WIB

Wanti-wanti Jonan untuk Pertamina di Blok Mahakam

Oleh : - | Kamis, 28 September 2017 | 14:09 WIB
Wanti-wanti Jonan untuk Pertamina di Blok Mahakam
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong PT Pertamina (Persero) bisa menguasai minimal 51% saham Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

"Pokoknya Pertamina harus memiliki 51 persen saham, sisanya 10 persen untuk kepemilikan daerah. Nah untuk saham sisanya ini terserah pengaturannya oleh Pertamina," kata Jonan di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sesuai aturan, sebanyak 10% dari Participating Interest (PI), atau bagian kepemilikan saham harus diserahkan kepada daerah. Jika 10% dimiliki daerah, dan Pertamina memiliki 51% maka ada sisa 39% saham di Blok Mahakam.

Persoalan, saham sebanyak 39% itu, bisa diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina, atau share down dengan perusahaan lain, ataukah tidak. Hal itu akan disepakati secara business to business (b to b).

Selain itu, pemerintah meminta dua hal kepada Pertamina, terkait Blok Mahakam. Pertama soal cost recovery, atau ongkos produksi, tidak boleh lebih besar dari biaya yang digunakan operator saat ini, yaitu Total E&P.

Kedua, hasil produksi migas yang dihasilkan Pertamina nantinya tidak boleh kurang dari yang dihasilkan Total E&P saat ini. Kalaupun menurun hal tersebut harus didiskusikan dengan pemerintah terlebih dulu guna memberikan kepastian logis dari capaian produksi tersebut.

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017.

Akhir 2017, Total E&P Indonesie sepakat mengakhiri kontrak dengan Blok Mahakam, kelanjutannya sebagai operator atau masih memiliki saham akan didiskusikan dengan PT Pertamina secara b to b. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x