Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:58 WIB

Jonan: Formula Harga Jual Batubara Sudah Usang

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 29 September 2017 | 05:29 WIB
Jonan: Formula Harga Jual Batubara Sudah Usang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Formulasi harga jual batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sudah usang, sehingga perlu dikaji ulang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menerangkan, skema cost plus margin sudah tidak cocok dengan kondisi saat ini. "Cost plus margin itu konsep yang sudah usang dan gak mendorong masing-masing pihak melakukan kegiatan berusaha yang efisien," kata Jonan saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta (28/9/2017).

Jonan mencontohkan, bisa saja PLN berpikiran cost jangan sampai US$90. Tetapi, bisa saja dibikin US$200 supaya margin lebih besar

Hanya saja akan bertolak belakang dengan semangat efisiensi yang digencarkan pemerintah. Saat ini, skema cost plus marhin baru dilakukan di PLTU mulut tambang. Di mana margin-nya sesuai kesepakatan antara penambang dan pengembang listrik, dibatasi antara 15%-25%.

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No 958.K/32/DJB/2015, ada rentang nilai untuk masing-masing komponen penyusun cost, mulai dari pengupasan, pengangkutan, penggalian, pengolahan, overhead, iuran tetap, asumsi royalti, gross margin, hingga amortisasi dan depresiasi.

Sementara PLN mengusulkan agar harga jual batubara untuk seluruh PLTU di dalam negeri, menggunakan skema cost plus margin. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi fluktuasi harga batu bara internasional. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x