Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:39 WIB

Dalam 5 Tahun, Lahan Tebu Bantul Hilang 600 Hektar

Oleh : - | Sabtu, 30 September 2017 | 10:00 WIB
Dalam 5 Tahun, Lahan Tebu Bantul Hilang 600 Hektar
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bantul - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, luas lahan tebu mengalami penurunan signifikan,

"Jadi memang terjadi penurunan luasan tebu dari tahun ke tahun, dari yang tadinya seluas 1.700 hektar. Namun dalam lima tahun ini, tinggal 1.095 hektar," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Jumat (29/9/2017).

Menurut dia, luas lahan tebu yang 1.095 hektare itu adalah luasan yang sudah terealisasikan hingga akhir September 2017, sehingga masih ada kemungkinan bertambah, akan tetapi tidak terlalu signifikan mengingat sudah berganti musim.

Ia mengatakan, penurunan luas lahan tebu di wilayah Bantul karena beberapa faktor di antaranya persaingan dengan tanaman komoditas pangan lain yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi, sehingga petani enggan menanam tebu.

"Misalnya ada komoditas bawang merah dan cabai, untuk cabai ini tadinya dari tahun lalu diharapkan harganya tinggi, tetapi ternyata malah tahun ini harganya agak turun, namun kalau harga anlok tidak, karena sudah naik lagi," katanya.

Menurut dia, menanam tanaman tebu memang membutuhkan waktu untuk menghasilkan dibandingkan dengan menaman komoditas pangan lain tersebut, hal itu karena usia panen tebu jauh lebih lama dibanding komoditas pangan strategis tersebut.

"Bahwa penghasilan dari menenam tebu itu dalam jangka waktu yang relatif lama, karena tebu baru bisa dinikmati pada panen sembilan bulan, sementara kalau untuk tanaman lain rata-rata tiga bulan, jadi butuh waktu tiga kali lipat," katanya.

Oleh sebab itu, kata Pulung, perlu ada upaya untuk menggalakan penanaman tebu di Bantul, termasuk di antaranya menjalin kemitraan dengan pihak yang bersedia mengambil hasil panen, sehingga petani lebih cepat menikmati hasilnya.

"Jadi perlu orang yang mempunyai manajemen baik dalam mengolah usaha taninya, juga ada sistem yang ditawarkan oleh pabrik gula Madukismo seperti kemitraan biar supaya mereka tidak menunggu terlalu lama memperoleh penghasilan," katanya. [tar]

Komentar

 
x