Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:19 WIB

Sengketa AMDK, Investigator KPPU Kritisi Saksi

Oleh : - | Minggu, 1 Oktober 2017 | 11:50 WIB
Sengketa AMDK, Investigator KPPU Kritisi Saksi
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran UU No 5/1999 tentang Anti Monopoli di bisnis air minum dalam kemasan (AMDK), Jakarta, menghadirkan saksi dari PT Balina Agung Perkasa, distributor Aqua.

Menurut Ketua Tim Investigator KPPU, Arnold Sihombing, kesaksian kedua saksi PT Balina tidak menjawab persoalan. Lantaran materi kesaksian keduanya tidak berkaitan dengan pokok perkara, alias menyimpang dari masalah yang sedang dihadapi.

"Kalau saya melihat, kesaksian 2 saksi dari terlapor 2 (PT Balina Agung Perkasa) tidak ada kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani KPPU," jelas Arnold di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Dalam persidangan Rabu (27/9/2017), PT Balina Agung Perkasa menghadirkan saksi bernama Agung Pamuji yang menjabat supervisor retail wilayah Bekasi.

Agung dinilai menyampaikan hal yang berbeda dari pokok perkara yang dihadapi, yaitu penurunan status outlet Toko Vanny alias Cuncun milik Yatim Agus Prasetyo yang beralamat di Karawang dari status Star Outlet menjadi Whole Seller

Saksi kedua, Fajri Sukma, menjabat sebagai supervisor PT Balina, setali tiga uang. Kesaksiannya dinilai tidak menjawab kesaksian Sulitiyo Pramono dalam sidang yang digelar pertengahan September lalu.

Saat itu, Sulistiyo menyebut ada salah satu nama manager PT Tirta Investama sebagai produsen Aqua yang terlibat alam penurunan status Toko Vanny.

Apalagi, berdasarkan surat elektronik yang dimiliki oleh TIM Investigator KPPU, terungkap ada surat menyurat melalui email dari Sulistiyo Pramono kepada atasan di PT Tirta Investama, yang menunjukkan Sulistiyo Pramono tidak bekerja sendiri dalam menurunkan status Toko Vanny.

Diduga ada pihak yang lebih bertanggung jawab atas penurunan status toko milik Yatim Agus Prasetyo. Berdasarkan surat elektronik tim investigator KPPU, terungkap adanya surat menyurat melalui imel dari Sulistiyo kepada atasan di PT Tirta Investama. Artinya, Sulistiyo Pramono tidak bekerja sendiri. Ada pihak yang lebih bertanggung jawab atas penurunan status toko Vanny alias Cuncun milik Yatim Agus Prasetyo. [tar]


Komentar

 
x