Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:21 WIB

Emas dan Cabai Penyumbang Inflasi di Padang

Oleh : - | Senin, 2 Oktober 2017 | 19:00 WIB
Emas dan Cabai Penyumbang Inflasi di Padang
Kepala BPS Sumbar Sukardi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mengungkapkan cabai merah dan perhiasan emas menjadi komoditas pemicu inflasi di Kota Padang selama September 2017.

"Jika pada bulan Agustus 2017 Padang mengalami deflasi sebesar 0,36%, memasuki September terjadi inflasi sebesar 0,71% dengan dua komoditas penyumbang terbesar adalah cabai merah dan perhiasan emas," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin (2/10/2017).

Menurut dia, selain cabai merah dan perhiasan komoditas lain yang mengalami penaikan harga pada bulan September, antara lain, rokok retek, dendeng, beras, minyak goreng, ikan teru kering, dan jengkol.

Ia menyebutkan sejumlah komoditas mengalami penurunan pada bulan September 2017, antara lain, angkutan udara, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, televisi berwarna, gula pasir, jeruk, sepat siam, ikan teri basah, dan bawang putih.

"Harga tiket pesawat saat ini mengalami penurunan setelah sempat naik pada libaran Lebaran sehingga menjadi salah satu komponen penyumbang deflasi terbesar di Padang mencapai 0,06% diikuti bawang merah 0,03%," katanya.

Sejak Januari hingga September 2017, kata dia, inflasi di Sumbar relatif stabil dan tidak terjadi gejolak harga yang begitu tinggi. Diperkirakan hingga Desember berada pada posisi sekitar 2%.

Dari 23 kota di Sumatera, kata dia, sebanyak 16 kota mengalami inflasi dan tujuh kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,08% dan yang terendah di Dumai 0,05%.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,87 persen dan terendah di Metro sebesar 0,13%.

Padang menduduki peringkat ke-14 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera dan urutan ke-31 secara nasional.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mewajibkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan provinsi menanam cabai di pekarangan atau polybag sebagai salah satu strategi mengatasi kelangkaan dalam rangka pengendalian inflasi.

"Ada 23.000 ASN di lingkungan Pemprov Sumbar, semuanya diberikan bibit cabai untuk dibudidayakan di rumah masing-masing agar bisa mengatasi kelangkaan," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Untuk bibit, kata Irwan, disiapkan oleh Dinas Pertanian, kemudian akan dibagikan secara gratis sehingga ASN cukup merawat dan memanen ketika sudah berbuah.

"Bisa dibayangkan kalau satu ASN menanam 10 batang cabai, dan dilakukan 23.000 ASN tentu hasilnya bisa memenuhi kebutuhan cabai," katanya. [tar]

Komentar

 
x