Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:04 WIB

Bank Dunia Soroti Swasta Main Proyek Infrastruktur

Oleh : - | Selasa, 3 Oktober 2017 | 19:00 WIB
Bank Dunia Soroti Swasta Main Proyek Infrastruktur
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Dunia mengingatkan pentingnya kemitraan antara pemerintah dengan swasta untuk menutup kesenjangan dalam bidang infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih optimal.

"Pemanfaatan investasi sektor swasta dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastruktur yang besar dengan lebih cepat dan efisien," kata ekonom utama Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander dalam peluncuran Laporan Ekonomi Triwulan terbaru di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Gil Sander mengatakan partisipasi yang besar dari sektor swasta sangat dibutuhkan karena alokasi anggaran infrastruktur dari pemerintah masih terbatas dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Untuk itu, meski pemerintah telah berupaya mendorong pembangunan infrastruktur melalui dana dari APBN, perlu tindakan lanjutan agar investor swasta mempunyai minat untuk menanamkan modal pada proyek prioritas.

"Pemerintah sudah mulai mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini, namun reformasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mempercepat laju investasi sektor swasta di bidang infrastruktur," jelasnya.

Bank Dunia mencatat minimnya investasi selama bertahun-tahun telah mengakibatkan terjadinya defisit infrastruktur yang besar, sehingga menghambat pertumbuhan dan membatasi laju pengentasan kemiskinan.

Padahal kebutuhan infrastruktur di kota-kota besar Indonesia makin meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah berupaya mengatasi persoalan ini dan menargetkan investasi infrastruktur tambahan pada sektor transportasi, air bersih, energi dan sektor utama lainnya, total senilai kurang lebih 400 miliar dolar AS dalam periode 2015-2019.

Namun, peningkatan peran swasta dalam pembangunan infrastruktur membutuhkan berbagai pembenahan, antara lain lingkungan hukum dan peraturan yang dirasakan masih terlalu kompleks dalam kemitraan pemeritah dan swasta.

Selain itu, diperlukan perencanaan proyek, proses penilaian dan seleksi, proses transparansi dan efisiensi BUMN yang masih mendominasi sektor infrastruktur serta kedalaman pasar perbankan lokal dan pasar modal.

Bank Dunia menilai perbaikan yang dilakukan dalam berbagai sektor tersebut dapat mempercepat laju investasi swasta agar kesenjangan infrastruktur Indonesia dengan negara berkembang lainnya dapat dikurangi. [tar]

Komentar

 
x