Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:23 WIB

KLHK Ajak Media Sowan Orangutan di Hutan Samboja

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 5 Oktober 2017 | 10:24 WIB
KLHK Ajak Media Sowan Orangutan di Hutan Samboja
Henry Bastaman, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Samboja - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan awak media melakukan 'press tour' melihat aktivitas konservasi untuk menyelamatkan Orangutan yang saat ini kondisinya diambang kepunahan.

Namun pada Kamis pagi (5/10/2017) hujan cukup deras mengguyur kawasan hutan konservasi Orangutan, seluas 3.500 hektare lebih di Samboja Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi cuaca di wilayah hutan Samboja memang sudah beberapa hari tak bagus, inilah yang menghambat rombongan menikmati perjalanan di pagi hari.

"Ada istilah 1 Orangutan mati lebih heboh ketimbang 10 manusia yang meninggal," kata Henry Bastaman, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK di Samboja, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (5/10/2017).

Orangutan di Kalimantan kini berstatus "sangat terancam punah" berdasarkan pernyataan International Union for Conservation of Nature (IUCN), kendati sejak lama Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 telah melarang penangkapan, pemeliharaan, atau perdagangan mereka.

Namun besarnya jumlah orangutan yang masih berada di pusat-pusat rehabilitasi, menurut Henry, menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu diatasi dalam upaya pelestarian orangutan dan habitatnya.

"Inilah yang kami terus lakukan, makanya kita mengundang media untuk melihat bagaimana pekerjaan kami, selama ini kata Bu Menteri (Siti Nurbaya) kami bekerja tak pernah diekspos," katanya.

Dari sisi Litbang dan Inovasi semisal proses rehabilitasi yang digunakan sebisa mungkin akan meniru proses perkembangan alami Orangutan.

Selain kemampuan, kesehatan orangutan juga menjadi perhatian utama dan dasar untuk memindahkan orangutan dari lingkungan satu ke lingkungan lainnya. "Orangutan yang menjadi kandidat rilis harus bebas dari semua penyakit menular yang berbahaya," kata Henry.

Untuk memperoleh kemampuan bertahan hidup, baik aspek ekologi maupun sosial Henry mengatakan Orangutan tergantung dari proses belajar.

Sementara itu Kepala Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samboja, Ahmad Gadang Pamungkas mengatakan acaman terbesar bagi Orangutan sekarang ini adalah hilangnya habitat asli mereka akibat aktivitas pertambangan yang marak di wilayah Kalimantan serta perubahan iklim dan maraknya perburuan Orangutan.

"Maraknya wilayah pertambangan menjadi ancaman bagi Orangutan diwilayah Kalimantan," katanya. [hid]

Tags

Komentar

 
x