Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:03 WIB

Mentan Pimpin Delegasi RI di AMAF ke-39

Oleh : - | Kamis, 5 Oktober 2017 | 12:52 WIB
Mentan Pimpin Delegasi RI di AMAF ke-39
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Chiang Mai - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman selaku Ketua ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) memimpin delegasi Indonesia yang terdiri dari pejabat-pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Luar Negeri pada pertemuan AMAF ke-39 dan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three ke-17 (17th AMAF+3), pada 28-29 September lalu.

Rangkaian pertemuan AMAF ke-39 dan AMAF+3 ke-17 yang dihadiri oleh seluruh Menteri dan/atau Wakil Menteri Pertanian negara-negara ASEAN dan ASEAN+3 (Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) ini, dibuka resmi oleh Wakil Perdana Menteri Thailand, Air Chief Marshal Prajin Juntong.

Dalam sambutannya, Amran Sulaiman menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan ketahanan dan keamanan pangan di kawasan, salah satunya dengan mendukung pengesahan Panduan ASEAN dalam penggunaan anti microbial pada ternak yang tidak hanya akan melindungi kesehatan hewan, tapi juga kesehatan masyarakat di kawasan ASEAN.

Selain itu, juga disampaikan dukungan Indonesia terhadap pembentukan ASEAN Coordinating Center for Animal Health and Zoonoses atau ACCAHZ yang akan mendukung upaya pencegahan dan pengawasan penyakit lintas batas dan zoonoses di kawasan. Rencana pembentukan center ini juga akan mendukung program Pemerintah Indonesia dalam upaya pencapaian swasembada daging Indonesia dengan mencegah masuknya berbagai penyakit hewan melalui perbatasan-perbatasan Indonesia dengan negara-negara ASEAN.

Secara umum pertemuan ini bertujuan untuk membahas sejumlah dokumen kerja sama yang telah direkomendasikan oleh SOM AMAF seperti pada kerja sama sub sektor peternakan, tanaman pangan, perikanan, kehutanan. Pada sektor ketahanan pangan, para Menteri ASEAN menyepakati ASEAN Regional Guidelines on Food Secusrity and Nutrition Policy sebagai kerangka umum untuk memperkuat kerja sama ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih kuat di kawasan.

Para Menteri ASEAN menyetujui 10 (sepuluh) dokumen terkait harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs), mekanisme registrasi vaksin hewan di ASEAN, sistem identifikasi dan ketertelusuran hewan di ASEAN, dan standar ASEAN untuk produk hortikultura seperti jagung muda, buncis, jamur, dan talas.

Pada sektor perikanan, pertemuan tingkat Menteri ini telah mengesahkan dokumen ASEAN Catch Documentation Scheme for Marine Capture Fisheries sebagai salah satu alat untuk memerangi IUU Fishing dan menjamin legalitas produk perikanan ASEAN, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global.

Selain itu, Indonesia juga melaporkan perkembangan penyusunan ASEAN Tuna Ecolabelling, untuk menjamin produk tuna ASEAN diperoleh dengan memperhatikan kelestarian sumber daya dan lingkungan. Menanggapi isu delisting carrageenan dari Daftar Nasional AS sebagai bahan makanan tambahan pada produk organik, Indonesia sebagai penghasil rumput laut terbesar di ASEAN telah menyampaikan dukungan terhadap upaya bersama untuk menolak delisting tersebut. [*]

Komentar

 
x