Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:07 WIB

Kemenhub Minta KAI Lebih Kreatif Cari Tambalan PSO

Oleh : - | Kamis, 5 Oktober 2017 | 17:30 WIB
Kemenhub Minta KAI Lebih Kreatif Cari Tambalan PSO
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah ingin PT Kereta Api Indonesia (KAI) lebih kreatif dalam mencari pendanaan ihwal belum dibebankannya tarif kereta ekonomi ke masyarakat.

Dalam Permenhub Nomor 42 Tahun 2017 tentang Tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO )sedianya sudah berlaku mulai 1 Januari 2018. Akan tetapi, KAI tidak membebankannya kepada masyarakat. Alhasil KAI harus menanggung selisih tarif sendiri melalui dana PSO dari Kementerian Perhubungan.

Misalnya, untuk KA ekonomi rute Pasar Senen-Purwosari yang semula harusnya bertarif Rp80.000 dalam Permenhub 42/2017 pada 1 Januari mendatang tetapi tetap mengikuti tarif Permenhub 35/2016 yakni Rp74.000.

Otomatis selisih antara tarif Permenhub 42/2017 dan Permenhub 35/2017 harus ditanggung oleh KAI. "PT KAI memiliki keuangan sehat, harapan kita PT KAI dapat mengelola berbagai sumber pendapatan yang tentunya tidak membebani masyarakat, tidak membebani APBN," kata Zulmafendi, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Zulmafendi menjelaskan pemberlakuan kembali PM 35 Tahun 2017 setelah melalui evaluasi dan kajian. "Kita juga sama-sama melihat ini sering terjadi walaupun keputusan sudah dibuat, kemudian ada evaluasi bersama PT KAI," kata dia.

Dengan adanya pembatalan pemberlakuan PM 42/2017, maka KAI menalangi selisih tarif baru dan lama yang totalnya mencapai Rp30 miliar dari Juli hingga Desember 2017. Beban tersebut dinilai bisa ditutupi dengan sumber lain di luar APBN, salah satunya melalui sponsor dan subsidi silang. [tar]

Komentar

 
x