Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:36 WIB

Menko Jokowi Puter Otak Cari Duit Infrastruktur

Oleh : M. Fadhil Djailani | Jumat, 6 Oktober 2017 | 14:41 WIB
Menko Jokowi Puter Otak Cari Duit Infrastruktur
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mungkin lagi pusing tujuh keliling mencari sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Pasalnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak akan cukup membiayai pembangunan infrastruktur yang diprediksi mencapai Rp4.769 triliun. Makanya ketiga pejabat anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat tertutup di Kantor Gubernur BI pada Jumat (6/10/2017) untuk membicarakan hal ini, apa hasil dari rapat tersebut?.

Ditemui usai rapat Darmin mengatakan konsen pemerintah saat ini adalah bagaimana menggaet peran serta swasta untuk lebih ikut berpatisipasi dalam proyek infrastruktur pemerintah.

Salah satu caranya adalah dengan membuat kemitraan yang lebih praktis antara pemerintah dan swasta dalam membuat instrumen pembiyaan infrastruktur. "Artinya instrumen apa saja yang perlu didorong sehingga beban pembiayaan infrastruktur di APBN tidak terlalu besar," kata Darmin usai rapat tersebut.

Instrumen-instrumen tersebut kata Darmin akan dilakukan dengan banyak cara, salah satu dengan pendalaman disektor pasar modal dengan menggaet langsung para investor potensial. "Kita lebih banyak membahas pembiayaan infrastruktur, dan memperdalam pasar modal dan melibatkan lebih banyak masyarakat atau investor swasta," katanya.

Saat ini kata mantan Dirjen Pajak dan Gubernur BI ini pihak swasta terbilang masih rendah keikutsertaannya dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur, hal ini justru yang akan di dorong pemerintah.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (PJMN) 2015-2019, total kebutuhan pembiayaan infrastruktur mencapai Rp4.769 triliun. Dari total anggaran tersebut, porsi anggaran Pemerintah melalui APBN maupun APBD diperkirakan hanya Rp1.978,6 triliun (41,3%), BUMN Rp1.066,2 triliun (22,2%), sedangkan sisanya diharapkan dari sektor swasta sebesar Rp1.751,5 triliun (36,5%). [mon]

Komentar

 
x