Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:15 WIB

DPR Perintahkan Jokowi Serius Garap Panas Bumi

Oleh : - | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 00:39 WIB
DPR Perintahkan Jokowi Serius Garap Panas Bumi
Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - DPR mengkaji pengembangan energi terbarukan yang ada di berbagai wilayah terutama energi panas bumi yang cadangannya di Indonesia terbesar di dunia.

"Saya mengajak kita untuk menetapkan tekad bersama memacu pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan agar target menurunkan emisi sebesar 29 persen pada 2030 dapat tercapai," kata Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Agus mengingatkan, pemerintahan Jokowi harus bisa mewujudkan target 23% yaitu dengan melakukan peningkatan penggunaan sumber daya energi terbarukan atau energi yang ramah lingkungan.

Politisi Demokrat itu juga mengingatkan bahwa kebijakan energi baru dan terbarukan telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak, yang mana energi terbarukan ditargetkan 23% pada 2025.

Agus mengakui, masih banyak tantangan dalam mengembangkan energi yang ramah lingkungan demi terciptanya udara yang bersih. Tantangan utama terletak pada kepastian regulasi dan aspek ekonomi dalam mengembangkan energi terbarukan.

Selain itu, ujar dia, dibutuhkan langkah berani berupa kebijakan dan kemauan politik secara bersama untuk dapat mendorong pengembangan energi bersih ramah lingkungan.

Dalam mencapai target EBT sebesar 23 persen pada 2025 tersebut, pemerintah menyusun berbagai strategi. Di bidang panas bumi misalnya, telah ditetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan (PSP) dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE).

Melalui mekanisme Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) ini, Pemerintah dapat menugaskan Badan Usaha untuk melakukan kegiatan survei geologi, geokimia, geofisika, dan/atau evaluasi terpadu hingga pengeboran sumur eksplorasi untuk memperoleh informasi perkiraan cadangan panas bumi.

Mekanisme PSPE akan membantu para calon investor panas bumi untuk memastikan keberadaan cadangan panas bumi, mendapatkan perhitungan nilai keekonomian yang lebih komprehensif, mitigasi risiko pengembangan kedepan, dan kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan proyek dengan menyampaikan data dan informasi yang lebih bankable.

Selain itu, beberapa terobosan lainnya yang telah dilakukan untuk meningkatkan investasi di bidang panas bumi, antara lain penugasan kepada BUMN, berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, insentif fiskal, seperti tax allowance dan tax holiday, serta insentif non-fiskal. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x