Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:32 WIB

Investigator KPPU Sangsikan Saksi dari Aqua

Oleh : - | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 05:09 WIB
Investigator KPPU Sangsikan Saksi dari Aqua
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sidang membedah dugaan persaingan usaha tak sehat di bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), kembali menghadirkan dua saksi dari Karawang, Jawa Barat. Pengakuannya dinilai aneh.

pada rabu (4/10/2017), sidang di Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), jakarta, menghadirkan pedagang Aqua dengan status star outlet dan hingga kini kedua saksi memesan dari Distributor Aqua, PT Balina Agung Perkasa (BAP) untuk dipasarkan kepada konsumen.

Saksi pertama adalah Sudali, pemilik Toko Tirta Wilis, Karawang. Di mana, Sudali adalah contoh pedagang ulet yang memulai usahanya dari bawah sebagai pedagang Aqua eceran.

Menurut Arnold Sihombing selaku Investigator KPPU, kesaksian Sudali tersebut jauh dari subtansi permasalahan. Sudali tidak bertanya kenapa Yatim Agus Prasetyo diturunkan status tokonya dari SO menjadi WS.

"Sudali tidak tahu alasan kenapa Agus marah ke Aqua. Dan Sudali mau membuat pernyataan bahwa Yatim Agus mengajak untuk tidak menjual Aqua sudah dibuatkan oleh pihak Balina, Jadi Sudali didatangi orang Balina untuk dibuatkan pernyataan pernah diajak Agus untuk tidak berjualan Aqua," papar Arnold.

"Sudali hanya tinggal tanda tangan saja surat pernyataan tersebut, bukan mengkonsep. Sudalipun tidak pernah menghubungi orang Balina, tapi tiba- tiba orang Balina datang dan menawarkan surat pernyataan," lanjut Arnold.

Secara kronologis, Sudali didatangi Nursamsu dari PT Balina yang merupakan afiliasi Aqua, kemudian Nursamsu membuat konsep surat pernyataan tersebut. Setelah itu Sudali tinggal menandatangani.

Menurut Arnold, kesaksian Sudali yang menjelaskan berisi ajakan untuk tidak menjual produk Aqua, tidak meringankan atau menghapus perilaku PT Balina yang melarang Yatim Agus untuk menjual Le Minerale. "Kesaksian Sudali tidak bisa menjelaskan tentang perilaku larangan jual Le Minerale," paparnya.

Dalam sidang sebelumnya, kesaksian Sulistiyo Pramono menyebut, salah satu nama manager PT Tirta Investama. Berdasarkan surat elektronik yang dimiliki tim investigator KPPU, terungkap adanya surat menyurat melalui imel dari Sulistiyo Pramono kepada atasan di PT Tirta Investama. Artinya, Sulistiyo tidak bekerja sendiri. Ada pihak yang lebih bertanggung jawab atas penurunan status toko Vanny alias Cuncun milik Yatim Agus Prasetyo. [tar]

Komentar

 
x