Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:03 WIB

BUMN Ini Rajin Merugi Diarahkan Ternak Ayam & Sapi

Oleh : - | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 13:15 WIB
BUMN Ini Rajin Merugi Diarahkan Ternak Ayam & Sapi
(Foto: BUMN)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian BUMN mendorong PT Berdikari (Persero) lebih fokus berbisnis peternakan ayam dan sapi. Untuk menghindari tekor terus-terusan.

"Sesuai dengan arahan Menteri BUMN Rini Soemarno, Berdikari menjadi BUMN Ternak khusus mengembangkan peternakan sapi dan ayam," kata Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi II Kementerian BUMN Purnomo Sinar Hadi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Menurut Purnomo, tiga tahun terakhir, kinerja keuangan Berdikari mengalami penurunan. Pada 2015, Berdikari mencatat kerugian Rp128 miliar. Setaghun kemudian defisit Rp80 miliar. "Sejak beberapa tahun lalu, Berdikari selalu rugi, 2014-2016 rugi, hanya 2013 Berdikari laba sebesar Rp32 miliar," ungkap Purnomo.

Kerugian Berdikari, kata Purnomo, juga dipicu tidak adanya anggaran modal kerja, sehingga tidak dapat menciptakan kinerja keuangan yang positif.

Dia beralasan, tidak ada lembaga keuangan yang memberikan pinjaman karena perusahaan selalu rugi. "Saat ini Berdikari sedang memiliki proyek pembangunan gedung bekerjasama dengan Pelindo II dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero mengembangkan gedung perkantoran Menara Maritim di Jalan Yos Sudarso, Jakarta," paparnya.

Namun tambah Purnomo, bisnis pengembangan properti yang menggunakan aset lahan Berdikari tersebut diperkirakan baru terealisasi pada akhir tahun 2017. Selain itu, proyek tersebut juga diperkirakan sulit untuk menambah permodalan perusahaan.

Untuk itu Berdikari diarahkan lebih fokus dalam bisnis sapi dan peternakan ayam bersinergi dengan BUMN seperti PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Pupuk Kujang (Persero).

"Berdikari fokus memproduksi ayam umur satu hari (doc) dan menjual ayam pedaging. Berdikari juga masih memiliki lisensi impor ayam," ujarnya.

Kerja sama dengan BUMN Pangan (RNI dan Pupuk Kujang serta Bulog) bertujuan menyukseskan program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional.

"Kerja sama itu memastikan bahwa BUMN ikut berkontribusi bagi terwujudnya program pemerintah, salah satunya dalam bidang pangan yakni pemenuhan kecukupan konsumsi protein hewani nasional," ujar Purnomo.

Di bidang industri sapi misalnya, pengembangan diarahkan pada industri terintegrasi melalui pelaksanaan impor sapi, pengelolaan penggemukan sapi dengan memanfaatkan kadang sapi milik PT RNI di Jatitujuh, Majalengka, serta komersialisasi hasil peternakan, hingga pengembangan indukan (breeding) di areal PT Berdikari, di Sidrap, Sulawesi Selatan. [tar]

Komentar

 
x