Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 07:52 WIB

Ekspor Pulau Dewata Tertolong Si Bongkok

Oleh : - | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 18:18 WIB
Ekspor Pulau Dewata Tertolong Si Bongkok
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Sepanjang Agustus 2017, ekspor ikan dan udang dari Bali mencapai US$8,87 juta. Atau 4,85% setara US$410.270 dibanding Juli sebesar US$8,46 juta.

"Hasil pengapalan ikan dan udang tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya merosot hingga 1,15 juta dolar AS atau 11,48 persen, karena pada Agustus 2016 menghasilkan devisa sebesar 10,02 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Sabtu (7/10/2017).

Ia mengatakan ekspor ikan dan udang mampu memberikan kontribusi 20,60% dari total ekspor Bali senilai US$43,07 juta. Atau meningkat 4,77% dibandingkan ekspor bulan sebelumnya sebesar US$41,11 juta.

Pasaran Amerika Serikat menyerap paling banyak pengapalan ikan dan udang asal Bali yang mencapai 37,48%. Disusul Jepang 18,76%, China 12,24%, dan Taiwan 8,87%.

Selanjutnya pasar Australia 4,29%, Singapura 1,41%, Jerman 1,89%, Belanda 0,54%, Prancis 1,76%, dan sisanya 7,03% ke berbagai negara lainnya di belahan dunia.

Adi menambahkan ikan dan udang merupakan salah satu dari lima komoditas utama ekspor Bali yang memberikan andil terbesar, yakni 20,60%, menyusul produk perhiasan (permata) 15%, dan produk pakaian jadi bukan rajutan 12,09%.

Selain itu, produk kayu dan berbagai jenis cenderamata dari bahan baku kayu 10,92%, serta produk perabot dan penerangan rumah 8,65%.

Ekspor ikan dan udang yang cukup besar itu memberikan dampak positif terhadap subsektor perikanan dalam membentuk nilai tukar petani (NTP) yang mengalami kenaikan 0,50% dari 106,48 pada Agustus 2017, menjadi 107,01% pada September 2017.

Indeks harga dari hasil produksi yang diterima petani mengalami penurunan 0,30%, namun dengan adanya kemerosotan yang lebih besar dari indeks harga yang dibayarkan petani (lb) 0,80% menyebabkan NTP subsektor perikanan meningkat. Menurunnya indeks harga yang diterima (lt) disebabkan oleh merosotnya harga komoditas perikanan pada perikanan tangkap 0,10% dan perikanan budi daya 0,80%. [tar]

Komentar

 
x