Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:54 WIB

Inilah Hambatan Lampung Bangun Sejuta Rumah

Oleh : - | Senin, 9 Oktober 2017 | 03:12 WIB
Inilah Hambatan Lampung Bangun Sejuta Rumah
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bandarlampung, Effendi Yunus - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandarlampung - Pemerintah Kota Bandarlampung tidak dapat melaksanakan program sejuta rumah yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) karena terhalang oleh lahan yang mahal serta keterbatasan tata ruang di wilayah itu.

"Program dari Kemenpupera yakni sejuta rumah terganjal tata ruang penyediaan rumah, sehingga kami tidak dapat jatah," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bandarlampung, Effendi Yunus di Bandarlampung, Minggu.

Ia mengatakan, mahalnya harga tanah dan keterbatasan tata ruang membuat program sejuta rumah dari pemerintah pusat melalui Kemenpupera gagal.

Ia melanjutkan, harga yang tinggi membuat pengembang perumahan sulit untuk mencari keuntungan. Pihaknya pun sulit untuk mencari lahan yang akan dibangun tipe 36 dengan harga Rp105 juta hingga Rp120 juta per unit. "Untuk rumah subsidi tidak ketemu nilainya, oleh karena itu pengembang kesulitan mencari untung," kata dia.

Menurutnya, dari beberapa hal itu pengembang kesulitan mencari keuntungan, terlebih jika dijual nilainya menjadi lebih tinggi dan berpengaruh pada minat masyarakat.

Untuk saat ini memang ada pengembang yang mengadakan rumah subsidi tapi tidak banyak, jika dihitung hanya ada tiga pengembang yang mendapatkan bantuan dari Kemenpupera.

"Tiga pengembang yang mendapatkan bantuan itu lokasi perumahannya ada di SPN Kemiling, Kecamatan Sukadanaham dan Jalan Pangeran Tirtayasa dengan syarat pembangunan rumah subsidi minimal 100 unit," kata dia.

Ia menegaskan, khusus rumah subsidi di atas 100 unit pengembang harus tetap menyedikan fasilitas umum seperti jalan masuk, masjid, taman dan sekolah bantuan, akan tetapi sejauh ini belum ada yang sampai 100 unit karena terkendala keuntungan. [tar]

Komentar

 
x