Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:36 WIB

Leaflet Yesus Bayar Pajak, Ini Penjelasan DJP

Oleh : - | Senin, 9 Oktober 2017 | 15:24 WIB
Leaflet Yesus Bayar Pajak, Ini Penjelasan DJP
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait leaflet sosialisasi pajak yang mengutip ayat dalam Injil, Kitab Suci Agama Kristen, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), memberikan penjelasan begini.

Bahwa, materi leaflet tersebut sudah dibuat sejak program pengampunan pajak (tax amnesty) digulirkan, dan dari perspektif seluruh agama.

Direktur P2P dan Humas DJP Kementerian Keuangan, Hestu Yoga Saksama mengatakan, DJP mensosialisasikan pajak memang memanfaatkan berbagai sarana dan berusaha menjangkau sebanyak mungkin kalangan masyarakat, termasuk umat beragama.

"Salah satunya dengan membuat materi berupa leaflet sosialisasi pajak dari perspektif agama yang diakui di Indonesia," kata Hestu di Jakarta,
Senin (10/9/2017).

Di antara sosialisasi yang digunakan DJP, adalah menerbitkan leaflet "Yesus juga membayar pajak" yang belakangan ramai dibicarakan. Di mana, leaflet tersebut merupakan tinjauan pajak dari perspektif agama Kristen.

Pihak DJP, kata dia, juga membuat leaflet sosialisasi pajak dari perspektif agama Islam, Hindu, Buddha dan Khonghucu. Materi-materi leaflet tersebut sudah ada sejak awal tahun 2017 dan telah banyak diedarkan saat sosialisasi program pengampunan(amnesty) pajak.

"Dalam pembuatan leaflet sosialisasi dari perspektif agama tersebut, Ditjen Pajak melibatkan para penulis-penulis buku dari masing-masing agama," kata Hestu.

Yang jelas, sambung Hestu, materi yang ada dalam leaflet tersebut juga disesuaikan dengan materi kesadaran pajak yang sudah dimasukkan ke dalam Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Pendidikan Agama Islam, Kristen/Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu untuk pendidikan tinggi. "Semua itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman pajak di Indonesia," tegasnya.

Dia menambahkan, materi sosialisasi pajak berdasarkan ajaran agama tersebut tentunya diperuntukkan bagi penganut masing-masing agama. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan permasalahan yang tidak semestinya.

Walau demikian, untuk pihak yang merasa kurang nyaman dengan beredarnya leaflet tersebut, Ditjen Pajak memohon pengertian, kelegawaan dan maaf.

Sebelumnya, selebaran DJP berisi ajakan kepada masyarakat untuk membayar pajak, dipermasalahkan sejumlah pemilik akun twitter. Rata-rata merasa tersinggung karena salah satu leafletnya berjudul 'Yesus juga membayar pajak', mengutip ayat-ayat kitab Injil. Ayat itu memang ada di dalam kitab dimaksud. [ipe]

Komentar

 
x