Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:38 WIB

Transfer Jumbo Stanchart

Agar Adil, DPR Minta Ungkap Pemilik dan Pajaknya

Oleh : Iwan purwantono | Senin, 9 Oktober 2017 | 16:36 WIB
Agar Adil, DPR Minta Ungkap Pemilik dan Pajaknya
Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Heboh transfer US$1,4 miliar lewat Standard Chartered (Stanchart) Quernsey ke Singapura milik WNI yang diduga penyeleweng pajak, harus dibongkar. Buka siapa pemiliknya.

Demikian pernyataan Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (9/10/2017). "Kalau dana tersebut milik WNI, Direktorat Jenderal Pajak harus melihat apakah sudah ikut program tax amnesty atau tidak," kata Melchi, sapaan akrabnya.

Namun kalau belum tercatat dalam program pengampunan pajak alias tax amnesty, papar politisi Golkar ini, dana tersebut harus dikenakan pajak sesuai UU Tax Amnesty dan UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang masih berlaku," tegas Melchi.

Dirinya mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan investigasi terkait riwayat dana jumbo tersebut. Termasuk mengungkap siapa pemiliknya, dan aktor dibaliknya.

"Jangan tebang pilih atau pandang bulu, buka saja siapa pemiliknya, dibaliknya ada siapa saja. Ambil langkah seuai undang-undang. Ini penting agar terjadi keadilan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," paparnya.

"Tahun depan sudah tahun politik. Jangan sampai dana tersebut digunakan untuk menciderai demokrasi. Kita khawatirkan, ada pihak-pihak yang ingin merebut kekuasaan yang berdampak kepada hilangnya kekayaan alam. Sehingga kedaulatan kita kembali terkoyak," tambah Melchi yang tengah menghadiri sidang IMF di Washington, Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Dian Ediana Rae, Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), mengatakan, pemilik dana besar itu adalah beberapa perusahaan serta perorangan yang tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI). "Yang kami sampaikan terkait dengan sejumlah perusahaan dan pengusaha warga negara Indonesia," kata Dian.

Menarik sekali pernyataan orang nomor dua di PPATK ini. Di Indonesia, jumlah pengusaha tajir, bisa dihitung dengan jari. Apalagi yang punya dana hingga triliun di republik ini, paling segelintir saja.

Selain itu, transfer dana senilai US$1,4 miliar atau hampir setara Rp19 triliun ini, dari stanchartd Quernsey, wilayah Inggris ke Singapura, terkait dengan militer.

Kalau dirangkaikan, bisa jadi pemilik dana besar ini adalah pengusaha kakap di bidang militer. Kini, bolanya bergantung kepada Direktorat jenderal Pajak (DJP) Kementerian keuangan yang sudah dipasrahi data PPATK sejak lama. [ipe]

Komentar

 
x