Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:01 WIB

ISEI: Kapasitas BPD Pas-pasan Perlu Dikerek

Oleh : - | Selasa, 10 Oktober 2017 | 01:29 WIB
ISEI: Kapasitas BPD Pas-pasan Perlu Dikerek
Ketua ISEI, Muliaman Hadad - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menilai, keberadaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) perlu lebih diberdayakan. Agar akses pembiayaan masyarakat membaik.

"Keperluan memperbaiki BPD menjadi penting karena mereka berada di garis depan. Perlu dipikirkan terobosan untuk meningkatkan kapasitas BPD," kata Ketua ISEI, Muliaman Hadad, dalam jumpa pers di kantor pusat ISEI, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Mantan Ketua Dewan Komisioner OJK tersebut, mengatakan, salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk peningkatan kapasitas BPD, adalah melalui inisiasi kerja sama dengan bank-bank BUMN.

"Bank BUMN memiliki jaringan luas, sehingga kerja sama bisa menjadi opsi. Beberapa kesenjangan, apakah soal SDM, model bisnis yang tidak berkembang, atau produk yang terbatas, bisa diselesaikan dengan kerja sama bank BUMN dan BPD," kata dia.

Muliaman juga menyarankan agar BPD yang sudah dimasuki BUMN dapat "go public" supaya mampu menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate government/GCG).

Terkait upaya meningkatkan inklusi keuangan, Muliaman juga menilai BPD belum banyak mempunyai kemampuan teknologi informasi memadai.

"Membuka akses layanan di desa terpencil perlu IT, dan menurut saya hal itu juga bisa dikerjasamakan dengan bank BUMN," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Ridho Ficardo menjelaskan bahwa salah satu masalah utama BPD terletak pada kapasitas sumber daya manusianya.

Ia mengatakan pemegang saham BPD terlalu banyak mengintervensi rekruitmen karyawan, sehingga perusahaan diawaki dengan pegawai yang belum tentu kompeten di bidang perbankan dan keuangan.

"Bank daerah ini problemnya juga intervensi kepala daerah yang besar. BPD sering menjadi alat untuk memberikan dukungan yang lain-lain, yang bukan sebuah dukungan profesional," kata dia.

Ridho mengakui kinerja Bank Lampung sebagai BPD di daerahnya masih belum bagus, sehingga ia akan berupaya menjalin kerja sama dengan BUMN "Kami ingin bank BUMN dapat menanamkan modal, sehingga bisa terjadi transfer pengetahuan dan SDM. Itu menurut saya penting bagi bank daerah," kata dia. [tar]

Komentar

 
x