Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 12 Desember 2017 | 22:53 WIB

Jonan Mudahkan Freeport Alasannya Negosiasi

Oleh : - | Selasa, 10 Oktober 2017 | 05:39 WIB
Jonan Mudahkan Freeport Alasannya Negosiasi
Menteri ESDM Ignasius Jonan - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan memperpanjang status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia dalam jangka tiga bulan ke depan hingga Januari 2018 untuk menuntaskan negosiasi.

IUPK PT Freeport Indonesia sendiri akan habis besok Selasa (10/10), sehubungan dengan hal tersebut maka otomatis izin ekspor juga akan diperpanjang hingga Januari 2018.

"IUPK-nya betul tanggal 10 selesai, kami akan kasih tiga bulan saja," kata Jonan ketika rapat bersama dengan Komisi VII DPR di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Senin.

Terkait dengan hal teknis yang menyangkut divestasi saham 51 persen serta formulasi pajak yang ditawarkan kepada PT Freeport Indonesia, Jonan tidak membicarakan lebih rinci dan akan dibahas lebih lanjut secara tertutup.

Dalam perpanjangan tiga bulan, Jonan ingin menuntaskan persoalan dengan PT Freeport Indonesai, termasuk menyangkut hal teknis yang selalu manjadi tarik ulur selama ini.

Mantan Menteri Perhubungan tersebut tidak mau berandai-andai jika persoalan tidak selesai dari waktu yang sudah diberikan. Diperkirakan disvestasi sebanyak 51% dari PT Freeport Indonesia adalah senilai US$4 miliar. Dikatakan, terkait valuasi jika diproyeksikan bahwa Freeport McMoran (FCX) di bursa saham New York memiliki nilai pasar US$20,74 miliar, maka kontribusi Freeport Indonesia kira-kira 40% dari nilai tersebut.

Lebih lanjut Jonan menjelaskan, 40% dari US$20,74 miliar, kira-kira sebesar US$8 miliar. Maka jika divestasi mayoritas akan dimabil oleh Indonesia setidaknya kurang lebih harus dipersiapkan sekitar US$4 miliar. Karena mengacu divestasi 51% dari US$8 miliar.

"Kalau itu direferensi, rata-rata dalam 5-10 tahun kontribusi profitnya dari operasi Grasberg atau PTFI itu sekitar 40 persen, ya nilainya 8 'billion'. Kalau 51 persen itu ya 4 'billion'. Gampang ini. Tinggal minta premiumnya berapa, karena ini kontrol 51 persen," kata Jonan. [tar]

Komentar

 
x