Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:36 WIB

81 WNI Transfer Jumbo Ditengarai Takut Bayar Pajak

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 10 Oktober 2017 | 11:41 WIB
81 WNI Transfer Jumbo Ditengarai Takut Bayar Pajak
Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - 81 Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan transfer jumbo dari wilayah Guernsey (Inggris) ke Singapura lewat bank Standard Chartered lantaran melakukannya untuk tidak membayar pajak.

81 WNI yang sebagian besar pengusaha ini panik karena uang yang disimpannya di wilayah Guernesy akan menerapakan sistem keterbukaan informasi perpajakan.

"Data di Jersey dan Guernsey kan akan dilaporkan reporting standart, nah itu mereka (81 WNI) takut," kata Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi di Kantornya, Senin malam (9/10/2017).

Ken menambahkan, Direktoray Jenderal Pajak telah mendapat laporan terkait pemilik dana tersebut sejak dua bulan lalu dari PPATK. Dari laporan tersebut, sebanyak 62 orang sudah mengikuti tax amnesty, dan sisanya masih dalam pendalaman.

Lanjut Ken, dari data yang sudah dimiliki Ditjen Pajak akan melakukan pendalaman dengan data mulai dari data tax amnesty, hingga SPT dari para pemilik.

"Kami telitinya tidak hanya yang ikut TA tapi SPT 2016 juga kami periksa. Dari ikut TA dan sebelumnya kami cek," jelas dia.

Jika dalam pencocokan data terdapat yang melanggar, dan sisa dari 62 yang belum ikut tax amnesty, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 18 UU Tax Amensty dan PP Nomor 36 Tahun 2017.

"Sesuai ketentuan perundang-undangan, macam-macam bisa sampai kepenyidikan, kalau untuk sanksi yang lain saya tidak berhak jawab, saya hanya pidana perpajakan, pidana lain bukan wewenang saya," katanya.

Dia berjanji, dalam waktu yang tidak lama pendalaman data 81 WNI ini dapat diselesaikan. [jin]

Komentar

 
x