Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:35 WIB

Konsep Transhipment Potong Jalur Ekspor-Impor

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 10 Oktober 2017 | 17:45 WIB
Konsep Transhipment Potong Jalur Ekspor-Impor
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pelindo II atau Indonesia Port Corporations (IPC), diharapkan dapat menjadi pelabuhan transhipment (pindah kapal) besar di kawasan Asia. IPC memperkuat upaya itu dengan kembali melayani kapal petikemas raksasa yang berkapasitas 10.000 TEUs.

Direktur Pelindo II, Elvyn G. Massasya menerangkan, konsep transhipment akan memotong jalur ekspor impor yang selama ini melewati Singapura dan Malaysia.

Hal ini membuat pengiriman dari daerah dapat dilakukan langsung dari Pelabuhan Tanjung Priok dari dan ke negara tujuan.

"Dengan mengkonsolidasikan muatan dari pelabuhan lain dan menggunakan kapal yang lebih besar akan memiliki dampak pada integrasi pelabuhan dan logistik yang menguntungkan terhadap perekonomian Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menerangkan, posisi Indonesia dalam rute pelayaran dunia dijadikan jalur perdagangan utama dunia melalui selat Malaka.

"Indonesia memiliki selat Malaka yang merupakan salah satu jalur perdagangan utama dunia, dimana ada 60.000-80.000 kapal per tahun melewatu Selat Malaka," terangnya dalam kesempatan yang sama.

Pada tahun 2020 mendatang, kata Budi, lalu lintas peti kemas Indonesia akan meningkat lebih dari dua kali lipat volume tahun 2009. Dan akan terus meningkat dua kali lipat lagi pada tahun 2030. [jin]

Komentar

 
x