Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:36 WIB

ICMI Bantah Lippo Beli Saham Bank Muamalat

Oleh : - | Selasa, 10 Oktober 2017 | 18:09 WIB
ICMI Bantah Lippo Beli Saham Bank Muamalat
Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Vasco Ruseimy - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah organisasi Islam memberikan pandangan terkait isu pembelian Bank Muamalat oleh Lippo Group. Para aktivis dari MUI, HMI dan ICMI mengecam keras beredarnya kabar bernuansa hoax tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Vasco Ruseimy, mengatakan, isu pembelian Bank Muamalat oleh Lippo Group, diklarifikasi tidak benar alias hoax. Dia meminta masyarakat, khususnya nasbah untuk tidak percaya atas isu tersebut.

"Mengenai pembelian saham mayoritas Bank Muamalat tidak ada sangkut pautnya dengan Lippo, sebaiknya masyarakat mulai berpikir cerdas dalam menanggapi hal ini, jangan mudah terpancing HOAX dari sumber sumber yang tidak jelas," kata Vasco kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Vasco mengajak semua kalangan untuk terus mendukung Bank Muamalat, sebagai bank syariah yang ada di Indonesia. "Bank Muamalat sebagai pelopor Bank Syariah pertama di Indonesia seharusnya kita dukung penuh, jangan malah kita melemahkan posisinya," ujar Vasco.

Dia menilai, wajar apabila ada oknum atau pelaku bisnis yang tidak suka melihat berkembangnya Bank Syariah di Indonesia. Selanjutnya, mereka memilih untuk menyebarkan hoax kepada publik. "Saya yakin dengan bertambahnya modal Bank Muamalat justru akan semakin membangkitkan kembali gairah perekonomian syariah di Indonesia," ucap Vasco.

Diketahui saham mayoritas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) resmi diambil PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI). Sebelumnya, saham mayoritas bank syariah pertama di Indonesia ini dikuasai oleh pemodal asing.

Sebelum dibeli Minna Padi, tercatat sebanyak 32,7% saham dikuasai Bank Pembangunan Islam (IDB). Sementara, 19% dan 17% lainnya digenggam Atwill Holdings Limited dan National Bank of Kuwait.

Bank Muamalat lahir berdasarkan inisiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 1991.

Pihak ICMI, kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, mendukung kebijakan pemegang saham dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan.

"Saham kami (MUI dan ICMI) sudah kecil sekali di Muamalat, jadi kami tidak punya kekuasaan untuk mengambil keputusan. Tapi, yang kami harapkan pemegang sahamnya dalam negeri karena sebelumnya dibeli asing," kata Jimly.

Berbagai aksi korporasi yang dilakukan BMI, kata Jimly, diharapkan dapat mendorong kinerja bank menjadi lebih baik lagi. Ia berharap kinerja BMI yang semakin baik dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan industri keuangan syariah di Indonesia. "Sejak awal kami inisiasi pembentukan BMI memang untuk dakwah dan membesarkan keuangan syariah," kata Jimly. [ipe]

Komentar

 
x