Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:56 WIB

BKPM Sebut Berkah dari Negosiasi Freeport Effect

Oleh : - | Rabu, 11 Oktober 2017 | 17:09 WIB
BKPM Sebut Berkah dari Negosiasi Freeport Effect
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sukses pemerintah dalam bernegosiasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) ternyata berdampak kepada investasi. Lho kok bisa?

Kepala Pusat Bantuan Hukum Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Riyatno menerangkan, berhasilnya negosiasi Freeport memberi berkah bagi investasi di tanah air.

"Kami harapkan negosiasi Freeport dengan pemerintah bisa hasilkan solusi terbaik. Keberhasilan negosiasi akan pengaruhi pandangan investor terkait iklim berusaha di Indonesia," kata Riyatno dalam seminar iklim usaha Indonesia di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

BKPM tetap mengharapkan negosiasi berakhir win to win, atau sama-sama diuntungkan. Sehingga, investor lain juga akan merasa tenang terhadap investasinya ketika melihat hasil perundingan dengan Freeport.

Sebelumnya, secara umum Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong memaparkan, terdapat lima keluhan utama investor yang berinvestasi di Indonesia.

Ia mengatakan keluhan utama para investor adalah regulasi yang kerap berubah. "Keluhan nomor satu semua investor adalah regulasi. Ada sekitar 43 ribu peraturan mulai dari Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Kepala Lembaga hingga Peraturan Daerah itu berubah terus tanpa transisi lebih dahulu. Mungkin kompetensi kita dalam membuat kebijakan perlu diperbaiki," kata Lembong.

Mantan Menteri Perdagangan itu menjelaskan, keluhan selanjutnya, adalah mengenai pajak. Di mana, pajak bukan sekadar tanggung jawab Kementerian Keuangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, melainkan tanggung jawab bersama.

"Ini tanggung jawab kita bersama, untuk bagaimana membangun sistem dan budaya perpajakan yang fair. Jadi beban pajak jangan ke sektor industri saja," katanya.

Keluhan berikutnya, lanjut Lembong, adalah mengenai izin kerja terutama bagi warga negara asing. Selain itu, urusan lahan yang perizinannya memakan waktu lama juga menjadi keluhan lainnya.

"Di banyak pemerintah daerah, IMB (Izin Mendirikan Bangunan) itu bisa bertahun-tahun. Keluhan terakhir yakni soal infrastruktur yang dikeluhkan terlalu banyak digarap BUMN. Yang ini baru belakangan muncul," tuturnya.

Ia menuturkan, minat investasi di Indonesia begitu tinggi terutama setelah kenaikan peringkat Indonesia oleh lembaga riset dan pemeringkat dunia masuk kategori layak investasi. Pembangunan infrastruktur di Indonesia yang gencar dilakukan juga, tambah dia, ikut mendukung tingginya minat investasi. [tar]

Komentar

 
x