Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:32 WIB

3 Pejabat RI Gelar Gala Dinner Pesta IMF-WB 2018

Oleh : - | Kamis, 12 Oktober 2017 | 12:55 WIB
3 Pejabat RI Gelar Gala Dinner Pesta IMF-WB 2018
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Pemerintah Indonesia menggelar gala dinner bertajuk The Voyage to Indonesia 2018, bagian dari persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali, 2018.

Pertemuan yang berlangsung di Washington AS, Rabu (11/10/2017), dihadiri Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

Dalam acara tersebut, tiga pejabat ini akan memberikan pandangan kepada para pemimpin perusahaan dari Indonesia dan AS, pejabat tinggi AS maupun anggota kongres AS mengenai kondisi ekonomi terkini Indonesia.

Kondisi ekonomi tersebut terkait dengan kebijakan terbaru pemerintah yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, peningkatan peringkat utang dan kesempatan untuk berinvestasi di Indonesia.

Kesempatan investasi tersebut mencakup dalam pembangunan infrastruktur, teknologi informasi, perbankan, energi, industri kreatif, pariwisata, real estat dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota kongres AS yang juga merupakan Co Chair dari US Congressional Caucus on Indonesia Vern Buchanan akan menyampaikan pandangan mengenai hubungan bilateral Indonesia-AS dan peningkatan kerjasama ekonomi.

Kegiatan The Voyage to Indonesia 2018 ini, merupakan rangkaian acara persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali pada Oktober 2018.

Hanya saja, perhelatan akbar ini, menelan dana yang tidak sedikit. Anggarannya saja hampir Rp1 triliun, tepatnya Rp868 miliar. Dan, semuanya harus ditanggung negara.

Biaya sewa hotel bagi 15 ribu delegasi dari 189 negara itu, pemerintah harus keluar duit Rp243 miliar. Ditambah lain-lain, ya bisa mencapai Rp650 miliar. Tentunya agak melenceng dengan keinginan Presiden Joko Widodo tentang penghematan. Andai saja dana sebesar itu untuk mempermak sekolahan yang banyak rusak, tentu lebih berguna bagi anak cucu kelak. [tar]

Komentar

 
x