Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 15:52 WIB

Di Amerika Serikat, Sri Mulyani Tiupkan Optimisme

Oleh : M Fadil Djaelani | Jumat, 13 Oktober 2017 | 06:09 WIB
Di Amerika Serikat, Sri Mulyani Tiupkan Optimisme
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan situasi makro-ekonomi di Indonesia yang pertumbuhannya berada di level 5%.

Kata Sri Mulyani, Indonesia sudah memiliki ketahanan yang cukup baik, meski Indonesia juga masih terpengaruh iklim ekonomi global. Pada iklim global, perubahan geopolitik juga mempengaruhi harga komoditas seperti yang dimilki Indonesia.

"Indonesia adalah ekonomi yang terbuka. Jadi kita tidak imun terhadap apa yang terjadi pada ekonomi global dan perkembangan geopolitik juga mempengaruhi perbaikan harga komoditas, termasuk Indonesia," kata Sri Mulyani Hal dalam acara US Indonesia Society (Usindo) dan US Asean Business Council, Washington, Rabu malam waktu setempat (11/10/2017).

"Jadi, tahun ini kami berharap tumbuh di angka 5,2% meskipun beberapa ada yang memprediksi pertumbuhan akan berada di angka 5,1%. Kita akan melihat perkembangannya pada dua kuarter terakhir di tahun ini. Optimisme pertumbuhan, didorong oleh investasi dan konsumsi yang stabil meskipun ada yang menyoroti Indonesia melemah dalam hal daya beli dan pertumbuhan konsumsi," lanjut Sri Mulyani dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dalam hal investasi, Sri Mulyani bilang bahwa tren pertumbuhannya makin kuat terutama pada penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI) dan investasi yang bersumber dari dalam negeri.

"Investasi makin kuat, terutama pada Foreign Direct Investment (FDI) dan investasi domestik. Jadi, kami sangat memperhatikan bagaimana tingkat kepercayaan investasi dapat berlanjut dan kita membangun momentum seperti yang seringkali diulang presiden (Joko Widodo)," ungkapnya.

Di bidang infrastruktur, lanjut Sri Mulyani menyebut berbagai pembangunan yang telah dan sedang dilakukan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas Pemerintah serta bukanlah suatu kemewahan tetapi kebutuhan bagi Indonesia.

Sri Mulyani mengundang para investor swasta agar dapat turut berpartisipasi dalam mengembangkan infrastruktur di Indonesia dengan Public Private Partnership.

"Kita perlu mengatur ambisi membangun infrastruktur ini dari sisi teknis dan pembiayaan. Kami mengundang banyak partisipasi sektor swasta lewat Public Private Partnership dengan beberapa pilihan skema pembayaran termasuk guarantee, viability payment dan kepastian pembayaran lainnya," paparnya.

"Selain memprioritaskan infrastruktur, pemerintah juga mengedepankan sektor kesehatan dan pendidikan terutama agar dapat diakses oleh masyarakat miskin dan anak-anak agar menciptakan persamaan kesempatan sehingga dapat mengurangi ketimpangan," tambah mantan Direuktur Pelaksana Bank Dunia itu. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x