Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:33 WIB

KKP & Demiz Bagikan Alat Tangkap Ikan di Cirebon

Oleh : - | Jumat, 13 Oktober 2017 | 17:38 WIB
KKP & Demiz Bagikan Alat Tangkap Ikan di Cirebon
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Cirebon - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan alat penangkap ikan ramah lingkungan kepada nelayan di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja didampingi Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, membangikan batuan kepada nelayan yang berasal dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

Secara simbolis, alat tangkap tersebut diserahkan kepada enam orang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Kamis (12/10/17).

"Tinggalkan jaring yang merusak biota laut, sehingga nanti yang ketangkap ikan-ikan besar jadi nilai jualnya mahal. Jadi tidak ada maksud Pemerintah menyengsarakan nelayan, tidak ada sama sekali. Kita berfikir jauh ke depan untuk masyarakat nelayan sendiri. Kita kan enggak hidup untuk sekarang aja," tagas Demiz, sapaan akrab Deddy Mizwar.

Bantuan alat tangkap ikan berupa jaring ini, merupakan penggantian alat tangkap ikan yang dilarang. Alat ini diharapkan tidak hanya melestarikan lingkungan dan biota laut, namun bisa meningkatkan hasil tangkap. Dengan kata lain, kesejahteraan nelayan semakin terjamin.

Hal ini sesuai dengan tiga pilar atau tahapan pembangunan kelautan yang telah ditetapkan KKP, yaitu: Kedaulatan, Keberlanjutan, dan Kesejahteraan.

Upaya pemerintah pusat ini, diakui Demiz, sempat menimbulkan pro dan kontra. Namun hal tersebut merupakan bagian dari proses pembangunan perikanan dan kelautan nasional.

Dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, terdapat 11 Kabupaten/Kota pesisir dengan panjang pantai 842,66 kilometer (km), luas laut 18.727,28 km2, serta memiliki kewenangan atas pengelolaan sumber daya alam di wilayah teritorial 12 mil yang berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 Samudera Indonesia dan WPP 712 Laut Jawa.

Namun, potensi perikanan tangkap yang begitu besar di Jawa Barat, saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pada 2016, produksi perikanan tangkap Jawa Barat sebesar 276.303 ton. Atau meningkat 1,95% ketimbang 2015. Akan tetapi, capaian itu baru 13,35% dari total potensi perikanan tangkap yang ada di dua Wilayah Pengelolaan Perikanan.

Hal tersebut disebabkan masih adanya beberapa permasalahan yang dihadapi para nelayan, terutama menyangkut pengelolaan yang masih tradisional, lemahnya akses permodalan, serta sarana dan prasarana yang belum memadai, seperti armada perikanan yang masih didominasi ukuran kecil, bahkan dari 18.231 unit kapal perikanan, sebanyak 16.827 unit atau 92,2% diantaranya berukuran kecil.

Sejatinya, dari aspek legalitas masih banyak kapal perikanan yang belum berizin/belum terdaftar. Oleh karenanya, Pemprov Jabar telah berupaya meningkatkan pelayanan perizinan dengan membuka gerai-gerai pelayanan perizinan di beberapa tempat strategis.

Disamping itu, Pemprov Jabar juga proaktif menjemput bola dengan menempatkan mobil unit pelayanan di sentra-sentra nelayan secara terjadwal, yang diperkuat dengan penerapan sistem perizinan online sehingga para nelayan yang akan mengurus SIUP/SIPI bisa mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan lebih cepat. [tar]

Komentar

 
x