Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:58 WIB

Gas Masih Mahal, Pupuk Indonesia Banting Setir

Oleh : Uji medianti | Selasa, 17 Oktober 2017 | 06:39 WIB
Gas Masih Mahal, Pupuk Indonesia Banting Setir
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lantaran harga gas masih mahal PT Pupuk Indonesia (Persero) ancang-ancang mengurangi produksi pupuk jenis urea. Namun untuk NPK, produksinya digenjot.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Diterangkan bahwa Pupuk Indonesia bakal menambah kapasitas pabrik NPK menjadi 1,4 juta ton hingga 2021. Selanjutnya akan digenjot lagi menjadi 3,4 juta ton di masa mendatang. "Urea yang ada kita jadikan bahan baku untuk membuat NPK. Kita akan memperbesar NPK dan dalam waktu dekat kita akan program penambahan pabrik untuk NPK itu 1,4 juta sampai 3,4 juta ton untuk pupuknya," jelas Aas.

Tingginya biaya produksi, diakui Aas, lantaran harga gas di dalam negeri, masih kurang kompetitif. Selain itu, nonefisiennya pabrik yang sudah renta menjadi salah satu faktor dikuranginya produksi urea.

"Pupuk Indonesia utamanya untuk memproduksi pupuk kepentingan dalam negeri dan pangan. Kedepannya, kita nggak akan di pupuk lagi kalau kedepannya masih seperti ini. Jadi kita akan banting setir, termasuk turunannya di petrokemikal," kata Aas.

Masih kata Aas, PT Pupuk Indonesia berencana untuk membangun pabrik pupuk NPK di Lhokseumawe. Yang memiliki kapasitas produksi 1 juta ton. Ditambah pabrik pupuk Sriwijaya, Kujang dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Untuk Pupuk sriwijaya (Pusri), Kaltim dan Pupuk Kujang, kata dia, akan dibangun pabrik NPK. selain itu, ada tugas dari Kementerian BUMN untuk di Pupuk Bintuni memroduksi methanol. [ipe]


Komentar

 
x