Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 01:00 WIB

Inilah Tujuan Jokowi-JK Fokus Sektor Infrastruktur

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 18 Oktober 2017 | 06:11 WIB
Inilah Tujuan Jokowi-JK Fokus Sektor Infrastruktur
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution bilang, pembangunan infrastruktur bertujuan untuk menghindar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

"Pembangunan infrastruktur bukan hanya bisa mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas, tetapi juga menjadi fondasi untuk keluar dari middle income trap," kata Darmin saat menerangkan 3 Tahun Kabinet Kerja di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menerangkan bahwa pembangunan infrastruktur yang digalakkan Presiden Joko Widodo, menyangkut kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan strategis pariwisata nasional, kebijakan sektoral, kebijakan pemerataan ekonomi, dan kebijakan bantuan sosial.

Dikatakan, konsistensi pembangunan infrastruktur tersebut merupakan faktor penting yang harus dilakukan agar mampu menciptakan pemerataan dan menurunkan tingkat kemiskinan sekaligus sebagai upaya keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah.

Darmin menjelaskan, kegiatan pengembangan dan pembangunan infrastruktur dilakukan menyebar di seluruh Nusantara.

Hal tersebut tercermin dalam pemerataan ekonomi melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan peningkatan produktivitas melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, mencatat adanya 245 proyek strategis nasional, ditambah dua program. Dengan estimasi total nilai investasi Rp4.197 triliun.

Dan, terdapat 13 proyek senilai Rp444 triliun berada di Maluku dan Papua, 27 proyek senilai Rp155 triliun berada di Sulawesi, dan 15 proyek senilai Rp11 triliun berlokasi di Bali dan Nusa Tenggara.

Proyek yang paling banyak berada di Jawa dengan total 93 proyek dengan estimasi nilai Rp1.065 triliun disusul pembangunan di Sumatera dengan 66 proyek senilai Rp884 triliun.

Menurut data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), pencapaian PSN pada kuartal II-2017 antara lain Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodebek, bandara internasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Kilang Minyak Bontang, dan Jalan Tol Serang-Panimbang. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x