Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:07 WIB

Kementerian Jonan Janji Penerimaan Negara Naik

Oleh : - | Kamis, 19 Oktober 2017 | 04:09 WIB
Kementerian Jonan Janji Penerimaan Negara Naik
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan pertumbuhan penerimaan negara dari sektor ESDM sebesar 35% di akhir 2017.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/10/2017), nilai tersebut bersumber dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), Energi Baru Terbarukan (EBT), juga Mineral dan Batubara (Minerba).

Pada 2016, penerimaan sektor ESDM sempat melemah menjadi Rp111,97 triliun. Selanjutnya mencatatkan kenaikan 6% hingga September 2017, dan diproyeksikan terus merangkak hingga 35% di akhir 2017.

Peran sektor ESDM dalam perekonomian nasional, salah satunya tercermin dari kontribusinya terhadap penerimaan negara.

Subsektor migas masih mencatatkan angka penerimaan Negara tertinggi dibanding dua subsektor lainnya. Bahkan, dibandingkan tahun lalu, hingga September 2017 kontribusi Migas mengalami kenaikan sekitar 10,25 persen menjadi Rp92,43 triliun.

Kenaikan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melemah turut menjadi faktor penyebab naiknya kontribusi ESDM terhadap penerimaan negara di 2017 mencapai Rp118,69 triliun.

Capaian tersebut lebih tinggi dibanding 2016 sebesar Rp111,97 triliun. Sedangkan penerimaan negara dari ketiga subsektor ESDM, diproyeksikan meningkat hingga akhir tahun. Yakni, sektor migas Rp 118,44 triliun, EBT Rp0,66 triliun dan mineral dan batubara (Minerba) Rp32,40 triliun.

Selama 2014-2016, merupakan periode ujian bagi industri migas secara global. Turunnya harga minyak bumi yang berimbas kepada menurunnya produksi, menjadi pangkal gayung sambut penurunan kontribusi ESDM terhadap penerimaan negara.

Berbagai skema dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan investasi di sektor ESDM, dari penyempurnaan peraturan perundang-undangan hingga pemberian insentif bagi investor migas. [tar]

Komentar

 
x