Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:57 WIB

Minat Investor 3T Rendah, Pertamina Talangi Margin

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 19 Oktober 2017 | 05:09 WIB
Minat Investor 3T Rendah, Pertamina Talangi Margin
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) terpaksa menanggung margin untuk mewujudkan BBM Satu Harga. Lantaran, rendahnya minat investor membangun SPBU di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T).

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), menyebut Pertamina menambahkan margin hingga Rp550 per liter, sehingga investor memperoleh margin sekitar Rp700 per liter. Jika tidak ditambahkan, investor hanya dapat Rp150 per liter.

"(margin) Rp 150 per liter. Ini orang enggak semangat. Katakanlah orang berinvestasi masa misalnya Rp150 juta, kalau seharinya 300 liter, berarti 300x150 baru Rp45 ribu. Siapa yang mau investasi segitu," kata dia di Gedung BPH Migas, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Dia menerangkan, jika per harinya terjual sekitar 300 liter maka keuntungan yang diperoleh hanya sekitar Rp45.000. Sementara investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mencapai Rp150 juta.

Di sisi lain, pemerintah tengah mencari cara untuk memberikan rangsangan lain kepada investor. Salah satunya dengan mengurangi biaya investasi menjadi sekitar Rp75 juta per unit. Asalkan, SPBU yang dibangun tetap memenuhi standar teknis.

Salah satunya dengan mencari luasan yang memadai, paling tidak lahannya 100 meter. Kemudian ada gudang tempat simpan drumnya yang diberikan jarak dari tempat menyalurkan. Dan untuk menyalurkan dengan pompa tangan saja.

"Jadi investasi akhirnya menjadi murah, apalagi BBM satu harga tanahnya murah sekali. Nah sedangkan peraturan infrastrukturnya ini mungkin kalau bisa sampai Rp20 juta ya Rp20 juta aja. Diluar tanah. Kan enggak bayar yang lainnya, enggak bayar izin, dan segala macam," terangnya. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x