Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:09 WIB

Dibanding Pendahulunya, Susi Merasa Paling Sukses

Oleh : - | Kamis, 19 Oktober 2017 | 04:39 WIB
Dibanding Pendahulunya, Susi Merasa Paling Sukses
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan tumbuh di atas rata-rata nasional, selama 3 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memaparkan, era pemerintahan sebelumnya, PDB perikanan selalu di bawah PDB nasional. "Dulu sebelum Presiden Jokowi, pertumbuhan PDB sektor perikanan itu di bawah ekonomi nasional. Sekarang perekonomian nasional 5 persen, KKP di perikanan tumbuh 8,35 persen pada 2015 kemudian 7,03 persen pada 2016," kata Susi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Data KKP mencatat, PDB perikanan pada 2015 mencapai 8,35%. Sementara pada 2016 mencapai 7,03%, dan 2017 mencapai 7,08%. Hal lain yang patut diapresiasi, adalah peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.

Data KKP mencatat konsumsi ikan pada 2014 sebesar 38,14 kg per kapita. Selanjutnya naik menjadi 41,11 kg per kapita pada 2016. Tahun ini ditargetkan naik lebih signifikan menjadi 47,12 kg per kapita. "Kalau dikali dengan 250 juta, itu sekitar 1,2 juta ton. Yang kita makan dari ikan baik budidaya maupun tangkap itu sudah 1,25 miliar dolar, ungkap Susi.

Ia menambahkan KKP tengah mendorong penggunaan pakan mandiri sehingga berhasil mengurangi ongkos produksi dan impor pakan.

Jumlah perikanan budidaya pada akhir 2014 sebesar 14,3 juta ton, naik menjadi 16,6 juta ton pada 2016. Program pakan mandiri dinilai telah meningkatkan daya beli masyarakat perikanan karena margin keuntungan petani naik taham dibandingan sepuluh tahun terakhir yang bergantung pada pakan impor.

Nilai tukar perikanan (NTP) pun terlihat meningkat dari 102,73 pada 2014 menjadi 103,79 pada September 2017.

Sementara itu, ekspor perikanan pada 2015 menyumbang US$3,94 miliar. Kemudian naik menjadi US$4,17 miliar pada 2016. Dan, data sementara pada 2017 membukukan pendapatan US$2,83 miliar.

Susi mengakui, memang ada penurunan nilai angka ekspor, namun bukan akibat turunnya produktivitas perikanan, melainkan karena pengetatan penggunaan alat penangkapan ikan.

Ada pun kebijakan KKP melarang penggunaan trawl, seine tets, atau lazim disebut cangkrang, tentu berdampak pada penurunan tonase penangkapan ikan. Namun di sisi lain, kebijakan pelarangan cangkrang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian hayati stok ikan di perairan laut Indonesia demi generasi mendatang. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x