Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:11 WIB

Benarkah Ekonomi Sudah Bangun dari Tidurnya?

Oleh : - | Jumat, 20 Oktober 2017 | 19:08 WIB
Benarkah Ekonomi Sudah Bangun dari Tidurnya?
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV bangkit dari tidur di kisaran 5,3%-5,4%. Alhasil, pertumbuhan sepanjang tahun diprediksi 5%-5,5,4%.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di dua paruh kuartal terakhir (III&IV) cenderung lebih baik dari perkiraan awal.

Terindikasi dari sudah pulihnya kegiatan ekonomi di sektor ritel, dan dorongan dari percepatan pembangunan infrastruktur.

Di kuartal III-2017, misalnya, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi berada di level 5,1%-5,2%. Atau di atas triwulan II-2017 sebesar 5,01%. "Di sektor ritel mulai ada pemulihan, memang belum seragam pemulihannyanya, tapi kami sudah mulai melihat pemulihan di sektor konstruksi, apalagi dari infrastruktur," ujar Mirza.

Indikasi pemulihan di sektor ritel, salah satunya bersumber dari penjualan eceran. Sepanjang September 2017, penjualan eceran naik 2,3%-2,4%.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI periode Oktober 2017, perbaikan pertumbuhan ekonomi 2017, ditopang ekspansi belaja fiskal melalui instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 seperti pencairan gaji ke-13, serta bantuan sosial.

Selain itu, BI juga mengklaim, dosis pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan sejak 2016, turut membantu pemulihan konsumsi domestik karena terus menurunnya suku bunga pinjaman dari perbankan.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan investasi, terutamanya dari pemerintah masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Disusul kontribusi dari perbaikan ekspor.

Investasi pemerintah melalui pencairan APBN-P 2017, kata Dody, akan mengerek naik konsumsi masyarakat. "Diperkirakan untuk konsumsi akan lebih baik di kuartal IV menimbang belanja pemerintah akan besar tersalurkan untuk periode di kuartal terakhir, dan akan berdampak ke konsumsi amsyarakat. Dampak pelonggaran moneter juga masih akan terlihat di beberapa bulan ke depan," ujar Dodi. [tar]

Komentar

 
x