Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:11 WIB

3 Tahun Jokowi, Sri Mulyani Akui Soal Kemiskinan

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 04:29 WIB
3 Tahun Jokowi, Sri Mulyani Akui Soal Kemiskinan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, jumlah orang miskin masih menjadi problem. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut adanya kenaikan 6.900 jiwa per Maret 2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengakui hal itu. Dia bertekad untuk fokus dalam mengentaskan kemiskinan. Di mana, Indonesia cukup tertinggal di level ASEAN.

"Jadi dilihat dari rata-rata angka hidup lama anak tinggal sekolah dan harapan mereka bersekolah dan pengeluran per kapita. Ini semua menunjukkan Indonesia dibandingkan negara ASEAN lain kita masih di bawah, yang lain score sudah 80 kita 70," kata Sri Mulyani dalam acara Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg Ke-26 di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Maka dari itu, kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) wajib dilakukan pemerintah. Dan, pemerintah mengucurkan anggaran besar untuk masalah sosial ini. "Investasi SDM tidak bisa ditinggalkan. Ini harus menjadi prioritas kita," ujar Sri Mulyani.

Selanjutnya, kata Sri Mulyani, jika ingin menurunkan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan, sesuai arahan Presiden Jokowim dilakukan pembangunan secara masif.

Kenapa dilakukan? Kata Sri Mulyani: "Ya, karena indeks infrastruktur kita masih terendah. Apalagi sebagai negara kepulauan, konektivitas antar daerah belum penuh terhubung."

"Jadi ini prioritas kita. Bukan dalam konteks pertumbuhan ekonomi, tapi dengan SDM, infrastruktur maupun kesehatan, targetnya bisa menurunkan tadi, pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan," lanjut Sri Mulyani. [ipe]

Komentar

 
x