Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:57 WIB

KLHK Ajak Fasilitasi Pengolahan Lahan Tanpa Bakar

Oleh : - | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 22:38 WIB
KLHK Ajak Fasilitasi Pengolahan Lahan Tanpa Bakar
(Foto: Istimewa/LHK)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak semua pihak agar dapat memfasilitasi masyarakat dalam pengolahan lahan tanpa membakar. Hal ini mengingat dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) luar biasa bagi lingkungan.

"KLHK mendorong partisipasi semua pihak untuk ikut berperan memfasilitasi para petani di daerah rawan Karhutla, untuk mengembangkan usaha pertaniannya, khususnya secara teknis dan membantu pemasaran. Dengan demikian hal ini akan mengoptimalkan upaya pencegahan Karhutla," ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan, kemarin.

Seperti kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan Pertamina RU II Dumai, di Kelurahan Sei Pakning, Bukit Batu, Bengkalis, Riau (18/10/2017). Rafles berharap kegiatan yang juga dihadiri Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), MR Karliansyah ini, dapat membantu para petani lebih mandiri dan tidak melakukan pembakaran lahan lagi dalam mengolah lahannya.

Selain mendorong pembinaan kelompok tani oleh para pihak, KLHK secara rutin membina Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai mitra Manggala Agni dalam mengendalikan karhutla. Sampai saat ini, terdapat sebanyak 9.963 personil MPA di seluruh Indonesia.

"Kami tetap mengharapkan para pihak untuk ikut andil dalam upaya mencegah karhutla, tidak hanya pemerintah pusat maupun daerah, namun juga dunia usaha dan masyarakat", Raffles menambahkan.

Sementara itu, Brigade Pengendalian Karhutla KLHK Manggala Agni terus melakukan pemadaman di beberapa lokasi. Di Jambi, Manggala Agni Daops Bukit Tempurung melakukan pemadaman di Desa Muntialo, Kecamatan Betar, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada lahan seluas sekitar 1 hektare. Di Sulawesi Tenggara, Manggala Agni Daops Tinanggea melakukan pemadaman di Desa Tatangge, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, pada lahan seluas 6,56 Ha.

Meskipun saat ini hujan turun di beberapa wilayah rawan karhutla, namun pantauan satelit NOAA pada pukul 20.00 WIB, Jumat (19/10/2017), menunjukkan 20 hotspot dengan jumlah paling tinggi di Kalimantan Barat sebanyak 10 titik, dan sisanya tersebar di Kalimantan Tengah (2 titik), Kalimantan Timur (3 titik), Sulawesi Selatan (2 titik), dan Jawa Timur (3 titik). [*]

Komentar

 
x