Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:56 WIB

Bea Cukai Malang Amankan Gudang Miras Ilegal

Oleh : - | Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:08 WIB
Bea Cukai Malang Amankan Gudang Miras Ilegal
(Foto: BeaCukai)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Bea Cukai Malang menindak produksi dan peredaran minuman keras (miras) atau Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) illegal dan berhasil mengamankan dua belas jerigen siap edar dengan total 240 liter dan kadar alkohol 20%.

"Berdasarkan hasil analisis intelijen, diketahui bahwa terdapat produksi barang kena cukai (BKC) jenis MMEA yang tidak disertai izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Atas informasi ini, petugas Senin (16/10/2017) langsung meluncur ke lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan menjelaskan kronologi penindakan ini, Selasa (24/10/2017).

Di bangunan berupa gudang yang diduga tempat produksi dan penimbunan miras ilegal, lanjut Rudy, tidak ditemukan satu orang pun. "Tidak ada siapapun, semua pintu gudang dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci. Gudang tersebut kami duga merupakan tempat melakukan kegiatan peragian, karena di dalamnya kami temukan beberapa drum yang digunakan untuk menampung MMEA yang masih belum disuling," ungkapnya.

Setelah melakukan pemeriksaan dan pencacahan, petugas berhasil mengamankan dua belas jerigen MMEA siap edar dengan total 240 liter dan kadar alkohol 20%. Petugas langsung membawa barang bukti tersebut ke Kantor Bea Cukai Malang untuk penyidikan lebih lanjut.

Minuman beralkohol dan rokok merupakan BKC yang harus dikendalikan peredarannya. Mengacu pada ketentuan pengawasan peredaran minuman beralkohol dari Kementerian Perdagangan, maupun Undang-Undang Cukai, penjual minuman dengan kadar alkohol di atas 5% wajib mempunyai izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

"Menurut aturan pula, minuman dengan kadar alcohol antara 5% hingga 20% yang merupakan golongan B dan di atas 20% yang merupakan golongan C adalah wajib dilekati pita cukai," tegasnya. [*]

Komentar

 
x