Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:07 WIB

Menkeu Berharap RUU APBN 2018 Barokah

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 25 Oktober 2017 | 12:41 WIB
Menkeu Berharap RUU APBN 2018 Barokah
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 dengan target pendapatan negara senilai Rp1.894,7 triliun dan pagu belanja negara Rp2.220,7 triliun.

Rancanagan ini akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disepakati menjadi Undang-Undang pada hari ini, Rabu (25/10/2017). Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sendiri telah menyepakati naskah RAPBN 2018 tersebut Selasa (24/10/2017) malam.

Mayoritas fraksi pun menyetujui, dan hanya fraksi Gerindra yang menolak. Alasannya, Gerindra menilai target belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi terlalu rendah.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pun berharap banyak RUU APBN 2018 bisa memberikan manfaat langsung dan nyata bagi masyarakat Indonesia tentunya untuk menciptakan hidup adil, makmur dan sejahtera.

"Instrumen APBN adalah sedemikian pentingnya dalam jaga kehidupan kita, ekonomi kita, masyarakat kita sehingga mereka bisa terus maju, capai kemajuan negara, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," kata Sri Mulyani di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Rabu (25/10/2017).

Untuk mencapai hal tersebut dirinya mengatakan pemerintah akan mendesain sedemikian rupa APBN 2018 menjadi instrumen fiskal yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Maka pemerintah akan terus usaha mengelola dari sisi implikasi ekonomi makro, petumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, daya beli, kesempatan kerja hingga ke mengurangi kemiskinan dan kesenjangan," katanya.

Dia mengakui bahwa APBN belum seutuhnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati dampak dari penggunaan APBN, menurut Sri Mulyani pengelolaannya harus lebih dioptimalkan lagi.

"APBN adalah instrumen fiskal, punya fungsi sebagai alokasi distribusi stabilisasi. Dalam pergerakan ekonomi dan perubahan cepat ada bagian dari masyarakat yang tak dapat kesempatan menikmati kemajuan ekonomi maka kita harus alokasikan lebih," lanjutnya. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x