Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:27 WIB

Inilah Postur APBN Untuk 2018

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 25 Oktober 2017 | 12:57 WIB
Inilah Postur APBN Untuk 2018
Mentri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menkeu, Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi pengesahan RUU APBN 2018 menjadi UU dalam Sidang Paripurna hari ini Rabu (25/10/2017).

Pemerintah dan Banggar DPR telah menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 pada Selasa malam (24/10/2017). "Kami berterima kasih karena telah disepakati suatu postur APBN yang lebih sehat dan lebih sustainable. Hal ini menggambarkan tekad kuat dari pemerintah untuk terus mengelola APBN secara berkesinambungan dan tetap memberikan daya dorong bagi ekonomi nasional," ujarnya.

Dengan disahkannya RUU RAPBN 2018 menjadi UU, maka asumsi makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, tingkat inflasi sebesar 3,5%, nilai tukar rupiah dengan rata-rata Rp13.400 per US$, suku bunga SPN 3 bulan ditetapkan sebesar 5,2%.

Selanjutnya, terkait Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah sebesar USD 48 per barel, lifting minyak sebesar 800 ribu barel per hari, lifting gas bumi 1,2 juta barel setara minyak.

Untuk target pembangunan ekonomi, angka pengangguran ditetapkan 5%-5,3%, untuk tingkat kemiskinan sebesar 9,5%-10,0%, sedangkan untuk rasio Gini menjadi 0,38, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditetapkan 71,5. Belanja negara ditetapkan sebesar Rp2.220,6 triliun, sementara penerimaan negara sebesar Rp1.894,7 triliun maka, defisit anggaran Rp325,9 triliun atau 2,19% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkeu juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pelaksanaan APBN 2018 agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam UU dan untuk efektifitas dalam membangun ekonomi Indonesia serta memperbaiki kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x