Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:55 WIB

Industri TPT Tertolong Permintaan Domestik

Oleh : - | Kamis, 26 Oktober 2017 | 06:09 WIB
Industri TPT Tertolong Permintaan Domestik
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama 2017, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional mengalami peningkatan permintaan hingga 30%, khususnya pasar dalam negeri.

Kondisi ini mendorong kenaikan utilisasi produksi mencapai 5%-10%. Dan, laju pertumbuhan dari sektor padat karya berorientasi ekspor ini, menanjak 1,92% (YoY) dibanding periode yang sama di 2016.

"Kinerja positif ini dinilai oleh kalangan pelaku industri TPT nasional, salah satunya karena peran dari Satuan Tugas Penertiban Impor Barang Berisiko Tinggi yang dibentuk oleh pemerintah," kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu (24/10/2017).

Sigit menambahkan, faktor pendongkrak lainnya adalah melalui penerapan kebijakan fiskal dan non-fiskal dari beberapa paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh pemerintah. Hal ini sebagai langkah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. "Misalnya, memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa tax allowance dan tax holiday," ujarnya.

Guna mendukung peningkatan kinerja industri TPT nasional, pemerintah juga memangkas berbagai peraturan, perizinan, dan birokrasi agar memudahkan pelaku industri dalam berusaha di Indonesia.

Selain itu, mengawal sistem pengupahan untuk menjamin kepastian bagi tenaga kerja dan pelaku usaha, mengembangkan pusat logistik berikat (PLB), serta melaksanakan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolang Menengah Kejuruan dengan industri.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Kemenperin menargetkan laju pertumbuhan industri TPT nasional hingga akhir 2017, mencapai 2,59%. Dengan nilai ekspor US$12,09 miliar, penyerapan tenaga kerja 2,73 juta orang.

Sedangkan, pada 2019, diproyeksikan laju pertumbuhan industri TPT mencapai 3,56% dengan nilai ekspor US$15 miliar dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,11 juta orang.

"Apalagi, industri TPT nasional dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional sehingga bisa menjadi modal yang kuat dalam memperluas pasar global," tuturnya.

Potensi ini, menurut Sigit, perlu terus dimanfaatkan dan didukung melalui langkah konkret. Misalnya, melalui kolaborasi antara industri kain dengan disainer nasional dan internasional. "Ini untuk membangun sinergi menuju branding nasional sebagai upaya strategis membangun kemandirian industri TPT nasional," pungkasnya. [tar]

Komentar

 
x