Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:08 WIB

Malut Ekspor Ikan Pertama Kali Setelah 17 Tahun

Oleh : - | Kamis, 26 Oktober 2017 | 13:32 WIB
Malut Ekspor Ikan Pertama Kali Setelah 17 Tahun
(Foto: BeaCukai)
facebook twitter

INILAHCOM, Ternate - Bea Cukai Ternate berkoordinasi dengan banyak pihak terus mendorong agar pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sektor perikanan Maluku Utara mulai mengekspor secara mandiri. Hasilnya, ekspor perdana ikan asap kering (dried smoked fish) 11.046 kilogram, dengan nilai devisa ekspor US$34,194 atau sekitar Rp460 juta.

"Selama ini, devisa ekspor dan pendapatan asli daerah dari sektor perikanan masuk ke provinsi di luar Maluku Utara. Hal tersebut sangat kami sayangkan, untuk itulah satu tahun terakhir ini, Bea Cukai berkoordinasi dengan Bank Indonesia Maluku Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Karantina, dan didukung beberapa BUMN seperti maskapai penerbangan dan perbankan, meyakinkan pelaku UMKM sektor perikanan Maluku Utara agar mulai mengekspor secara mandiri," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Musafak, saat melepas langsung pemberangkatan kapal KM Mentari, pengangkut kontainer produk ikan, di Pelabuhan Tobelo Halmahera Utara, Selasa (24/10).

Musafak menjelaskan, ekspor perdana ini dilakukan CV Markindo Raya berdomisili di Desa Pale Tobelo. Komoditi yang diekspor, dengan negara tujuan Jepang, ialah berupa ikan asap kering (dried smoked fish) sebanyak 11.046 kilogram, dengan nilai devisa ekspor US$ 34,194 atau sekitar Rp460 juta. "Eksportasi ini di bawah pengawasan Pos Bantu Bea Cukai Ternate dan telah menggunakan aplikasi pelayanan ekspor berbasis online yang dikembangkan Bea Cukai Ternate," ungkapnya.

Musafak berharap dengan berjalannya ekspor dibidang perikanan, dapat mendorong perekonomian dan meningkatkan penerimaan daerah sehingga dapat menunjang pembangunan di Maluku Utara.

Maluku Utara adalah provinsi yang menjadi salah satu sumber penghasil ikan terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Namun sayangnya, selama tujuh belas tahun terakhir, ekspor produk perikanan yang berasal dari wilayah tangkap Maluku Utara tidak dapat dilakukan langsung dari provinsi tersebut, melainkan melalui Bitung, Makasar, Bali, dan Surabaya. Baru tahun ini mimpi masyarakat Maluku Utara mengekspor produk perikanannya secara mandiri akhirnya terwujud. [*]

Komentar

 
x