Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:31 WIB

Persaingan Bisnis AMDK, Faisal Jadi Saksi Ahli

Oleh : - | Jumat, 27 Oktober 2017 | 22:57 WIB
Persaingan Bisnis AMDK, Faisal Jadi Saksi Ahli
Ekonom UI Faisal Basri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sidang lanjutan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang dugaan persaingan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), menghadirkan ekonom UI Faisal Basri sebagai saksi ahli.

Dalam persidangan yang berlangsung di Gedung KPPU, Jakarta, Selasa (24/10/2017), dugaan persaingan bisnis tak sehat yang menyeret PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa sebagai produsen dan distributor Aqua, Faisal menjawab sejumlah pertanyaan.

Semisal, pertanyaan dari investigator KPPU, Helmi Nurjamil tentang adanya pelaku usaha yang melarang pedagang untuk menjual produk kompetitor.
"Bahwa sebuah tindakan patut diduga sebagai melanggar persaingan usaha apabila pelaku usaha melarang produk kompetitor itu dilakukan secara sistemik dan masif," kata Faisal.

"Selain itu, dilakukan bukan seorang diri tapi dilakukan berjenjang. Juga menyeragamkan strategi antara satu depo satu, misalnya dengan depo yang lain. Ada surat edaran , ada ancaman, secara umum dan tidak eksidental dan tidak random," lanjut Faisal.

Pelarangan menjual Le Minerale, ancaman bahkan penurunan status SO terhadap peddagang yang masih menjual Le Minerale, telah terjadi di banyak tempat. Sesuai kesaksian para pedagang dan diperkuat bukti imel berjenjang dari produsen dan distributor Aqua yang terkuak dalam sidang sebelumnya.

"Pendapat ahli secara teori ekonomi persaingan usaha benar, dan kalau dalam pemeriksaan investigator bisa membuktikan ada perilaku melarang dengan bertujuan untuk menghambat persaingan atau mengeluarkan pesaing dari pasar, dugaan pasal 15 ayat (3) huruf b dan pasal 19 huruf a dan b bisa dikenakan terhadap para terlapor, " papar Arnold Sihombing, investigator KPPU.

Arnold bilang, KPPU akan mengolah fakta, kesaksian serta bukti lain yang mengarah kepada dugaan persaingan bisnis tak sehat. "Bukti sudah banyak dari pemeriksaan, kesaksian korban SO, saksi SO dari pihak terlapor, bukti komunikasi e-mail, form sosialisasi, dan lain-lain. Nanti akan kami olah semuanya dalam kesimpulan, mempertimbangkan para ahli hukum dan ekonomi," ungkap Arnold. [tar]

Komentar

 
x