Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:08 WIB

Jatuh Cinta ke Motor Listrik, Jonan Langsung Beli

Oleh : - | Senin, 30 Oktober 2017 | 05:49 WIB
Jatuh Cinta ke Motor Listrik, Jonan Langsung Beli
Menteri Jonan kendarai sepeda motor listrik - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setelah mencoba motor listrik, Menteri ESDM langsung jatuh cinta. Dibelinya sepeda motor listrik demi mendorong program kendaraan listrik.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus segera mengadopsi kehadiran kendaraan listrik. Program kendaraan listrik ini harus bisa maju untuk generasi masa depan, untuk lingkungan hidup yang lebih baik, kemandirian energi, serta penghematan devisa negara," kata Jonan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Jonan memulai upaya transformasi program kendaraan listrik tersebut dengan membeli satu sepeda motor listrik buatan Viar, yakni Viar Q1.
Cerita pembelian motor listrik tersebut cukup unik yang diawali dari Jonan bertemu seorang stafnya saat menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada Sabtu (28/10).

Staf tersebut datang menemui Jonan dengan menggunakan motor listrik Viar.
Saat itu, Jonan langsung tertarik mencobanya, namun sayang, karena hujan, tidak dapat mencoba motor stafnya tersebut.

Masih penasaran, Jonan pun menghubungi staf tersebut untuk bertemu kembali pada Sabtu malam dan akhirnya bisa mencoba motor listrik itu.

Tidak menunggu lama, Jonan memutuskan untuk membeli satu unit motor Viar Q1 untuk diberikan kepada putrinya, Monica Jonan.

Keesokan harinya pada Minggu pagi, motor listrik yang mampu melaju dengan kecepatan hingga 60 km per jam dan jarak tempuh sekali pengisian baterai sekitar 70 km, tiba di kediaman Menteri Jonan.

Motor listrik tersebut dibeli Jonan dengan harga Rp16,7 juta. Sebelumnya, pada 19 Oktober 2017, saat menerima tim produsen motor Gesits di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jonan juga berkesempatan mencoba motor listrik produksi Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu.

Usai mengendarai Gesits, Jonan menuturkan emisi yang dikeluarkan motor tersebut sangat rendah. "Tidak ada mesinnya, hanya ada baterai dan sistem transmisinya saja, jadi perawatannya juga sangat murah," tambahnya.

Saat itu, Jonan juga menyampaikan kepada produsen motor listrik agar nanti menjual produknya ke masyarakat dengan harga yang kompetitif.

"Saya menyarankan jika sudah diproduksi massal, kalau bisa harga jualnya dapat bersaing dengan motor yang menggunakan bahan bakar minyak," sebutnya.

Selain itu, untuk mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, akhir Agustus 2017, Jonan telah menggandeng para pemangku kepentingan untuk memberikan sumbang saran terkait Rancangan Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan.

"Bapak Presiden juga minta kalau bisa cepat selesai dan didorong setidaknya selesaikan peraturannya dulu," ujarnya.

Dalam pertemuan yang diikuti pelaku usaha, asosiasi, pengamat, dan kementerian terkait, Jonan juga menyampaikan akan mengusulkan kepada Presiden untuk menerapkan kebijakan larangan penjualan kendaraan mesin diesel dan bensin mulai 2040.[tar]

Komentar

 
Embed Widget

x