Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:58 WIB

Airlangga Jumawa Industri Tumbuh Pesat

Oleh : - | Senin, 30 Oktober 2017 | 10:10 WIB
Airlangga Jumawa Industri Tumbuh Pesat
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang, sektor industri konsisten membawa efek berganda bagi perekonomian nasional.

"Oleh karena itu, kami terus fokus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para investor di dalam negeri," kata Airlangga melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/10/2017).

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak dari sektor industri hingga triwulan III-2017, mencapai Rp224,95 triliun, atau tumbuh 16,63% dibanding periode yang sama di 2016.

Capaian tersebut di atas dari sumbangan sektor perdagangan sebesar Rp134,74 triliun, keuangan (Rp104,92 triliun), konstruksi Rp35,40 triliun, informasi komunikasi (Rp32,19 triliun), pertambangan (Rp31,66 triliun), dan sektor lainnya (Rp156,19 triliun). "Ini menunjukkan kinerja industri pengolahan nasional masih positif," tegas Airlangga.

Para pelaku usaha pun diharapkan dapat memanfaatkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh pemerintah dan bertujuan untuk kemudahan dalam menjalankan bisnis di tanah air.

Airlangga juga menyatakan, pembangunan sektor industri bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan secara mandiri oleh satu atau dua lembaga, tetapi membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan mulai hulu sampai hilir. "Dari pembuat kebijakan hingga para pelaku industri itu sendiri," imbuhnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan non-migas memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II-2017 mencapai 17,94%.

Sumbangan sektor lainnya, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya sekitar 13,92%, konstruksi 10,11%, serta pertambangan dan penggalian 7,36%.

Merujuk data yang dirilis United Nations Statistics Division pada tahun 2016, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dari 15 negara yang industri manufakturnya memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB.

Di mana, Indonesia mampu menyumbangkan hingga 22% setelah Korea Selatan (29%), Tiongkok (27%), dan Jerman (23%). Dari 15 negara yang disurvei tersebut, sumbangsih Inggris 10%, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusi 19%.

"Paradigma industri manufaktur global saat ini memandang proses produksi sebagai satu kesatuan antara proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. Untuk itu, kita sudah tidak bisa lagi melihat produksi hanya di pabrik saja," paparnya.

Selama 10 tahun terakhir, penerimaan negara dari cukai semakin meningkat.
Data BPS memperlihatkan tren positif ini sejak 2007 dengan total penerimaan dari cukai sebesar Rp44,68 triliun dan terus bertambah hingga Rp145,53 triliun pada 2016.

Sektor industri rokok menjadi salah satu sumber utama pemasukan kas negara melalui cukai yang setiap tahun mencapai triliunan rupiah. [tar]

Komentar

 
x