Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:57 WIB

Produksi Gas Nasional Tertolong Lapangan Jangkrik

Oleh : - | Selasa, 31 Oktober 2017 | 17:36 WIB
Produksi Gas Nasional Tertolong Lapangan Jangkrik
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Kutai - Fasilitas produksi gas Lapangan Jangkrik di area fasilitas penerimaan darat (onshore receiving facility/ORF) milik Eni Muara Bakau, bisa genjot produksi gas nasional hingga 5%.

"Lima persen itu sekitar 4 juta dolar AS untuk penghematan anggaran," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi usai meresmikan fasilitas tersebut di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (31/10/2017).

Target lifting atau produksi gas siap jual pada 2017, sebesar 6.440 MMscfd. Sementara realisasi pada kuartal III-2017 sebesar 6.367 MMscfd.

Untuk lifting minyak dan gas bumi (migas), realisasinya 1.934 Mboepd.
Proyek ini mencakup lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East yang terletak di blok Muara Bakau, Cekungan Kutai, di perairan laut dalam Selat Makassar.
Produksi itu dihasilkan melalui sepuluh sumur bawah laut yang terhubung dengan FPU Jangkrik dan telah mencapai 600 juta kaki kubik per hari (mmscfd), atau setara 100.000 barel setara minyak per hari (boed).

Keberhasilan proyek ini dirasa signifikan untuk menambah pasokan gas dalam negeri, serta memenuhi target (produksi gas siap jual) lifting gas bumi pada 2017 sebesar 1,15 juta barrel setara minyak per hari.

Sedangkan pada 2018, produksi gas siap jual naik tipis menjadi 1,2 juta barel setara minyak per hari. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan gas di dalam negeri. Pada 2017 alokasi gas di dalam negeri sebesar 62%.

Pada Mei 2017, produksi gas Jangkrik sebesar 150 juta kaki kubik per hari, hingga akhir Oktober 2017 sudah mencapai 600 juta kaki kubik per hari.

Fasilitas produksi lapangan Jangkrik hari ini Selasa (31/10) diresmikan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Fasilitas tersebut merupakan bagian integrasi dari proyek pengembangan Kompleks Jangkrik yang dioperasikan oleh Eni Muara Bakau selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Produksi gas dari Jangkrik akan memasok LNG ke pasar domestik dan juga pasar ekspor sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebutuhan energi Indonesia.

Pengembangan fasilitas migas yang terintegrasi ini menjadi bukti bahwa minat investasi di hulu migas menarik dan akan mendorong pengembangan perekonomian daerah dan nasional. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x