Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:02 WIB

Sinergi Dua BUMN Ini Garap Program Perumahan

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 1 November 2017 | 12:45 WIB
Sinergi Dua BUMN Ini Garap Program Perumahan
PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) meneken kerja sama facility line Rp500 miliar. Ini bentuk sinergi BUMN guna meningkatkan kontribusi untuk negeri.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo, dan Senior Vice President Government & Institutional 1 Bank Mandiri Deny Edward Yusar, yang disaksikan oleh Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dan Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Sally.

Melalui kerjasama ini, SMF dapat memanfaatkan Kredit Jangka Pendek berskema bilateral term loan tersebut untuk membantu memperkuat permodalan/likuiditas perseroan.

Adapun pinjaman ini berjangka waktu 1 tahun dan dapat diperpanjang (bersifat revolving) serta uncommitted.

Kartini mengatakan penyediaan Kredit Jangka Pendek kepada SMF tersebut merupakan kerja sama penyediaan fasilitas yang pertama, dan merupakan salah satu bentuk dukungan Bank Mandiri terhadap program pemerintah melalui SMF.

"Penyediaan fasilitas ini juga merupakan bentuk sinergi BUMN untuk mendorong pembangunan perumahan rakyat," jelas Kartini di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Sampai akhir September 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit untuk pembangunan perumahan sebesar Rp39 triliun. Meningkat Rp3,1 triliun dari total outstanding kredit 2016.

Sementara Heliantopo mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat saling memperkuat peran masing-masing BUMN sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih luas dan didayagunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Kerja sama ini bukan hal pertama yang dilakukan oleh Bank Mandiri dan SMF, karena sebelumnya sinergi kedua belah pihak pernah terjalin pada 26 Agustus 2016.

"SMF dan Bank Mandiri (sebelumnya) melakukan pencatatan atas Efek Beragun Aset, berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) "SMF-BMRI 01" senilai Rp500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI)," tuturnya.

Dalam penerbitan tersebut SMF berperan sebagai Penerbit, Arranger, Pendukung Kredit, serta Investor, dan Bank Mandiri berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x