Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 06:07 WIB

Menteri LHK Tutup Konferensi Tenurial 2017

Oleh : - | Rabu, 1 November 2017 | 17:26 WIB
Menteri LHK Tutup Konferensi Tenurial 2017
(Foto: klhk)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan 12 poin penting sebagai bentuk komitmen untuk mendampingi implementasi reforma agraria dan perhutanan sosial secara benar dan sesuai dengan tujuan akhirnya.

"Saya ucapkan selamat dan memberikan penghargaan tinggi atas keberhasilan Konferensi Tenurial 2017. Saya mencatat ada 12 hal yang perlu saya respons secara langsung, di antaranya mari kita bersama-sama mendukung visi dan misi konferensi ini, dengan berkolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat," ujar Menteri saat menutup Konferensi Tenurial 2017 yang diselenggarakan pada 25-27 Oktober 2017.

12 halpenting terkait Konferensi Tenurial 2017 itu menurut Siti adalah; Menegaskan dan menjamin bahwa konsistensi/komitmen untuk aktualisasi refroma agrarian dan perhutanan sosial Indonesia dijamin oleh pemerintah; Strategi mengaktualisasikan implementasi secara benar, bekerja bersama mewujudkan harapan bersama; Corrective measure bidang kehutanan yang harus dilakukan oleh pemerintah; Menyangkut hutan adat mohon jangan ragukan KLHK; Kolaborasi antara pemerintah, swasta, CSO; serta pemerintah merupakan simpul negosiasi dengan segala kepentingan unsur bangsa ini.

Poin lainnya, Letakan warga negara secara terhormat bukan sekadar pelanggan; WNI memiliki dasar-dasar konstitusional; Berbagai instrument pelaksanaan untuk mempercepat reforma agraria dan perhutanan sosial harus disiapkan sebaik-baiknya; Persoalan regulasi Presiden mencatat 42 ribu regulasi yang sedang berlangsung; Sedang menerima peta partisipatori dari badan registrasi; serta terakhir Elaborasi layout lahan, sehingga bisa mendapatakan sesuai yang diharapkan (clustering, centering, dan koridoring).

Menteri Siti juga menambahkan, para peserta konferensi tidak perlu meragukan KLHK dalam mempercepat refroma agraria dan perhutanan sosial Indonesia, karena sudah merancang strategi-strategi khusus demi kelancaran implementasi tersebut.

"Saya juga tegaskan dan menjamin konsistensi dalam bentuk aktualilsasi bersama pemerintah. Mohon jangan ragukan KLHK mengenai hutan adat, karena kami sudah melakukan corrective measure di bidang kehutanan, dengan mengelaborasi layout, dan konfigurasi persoalan. Sehingga betul-betul kita bisa dapatkan hal-hal yang sesuai seperti apa clusteringnya, centeringnya dan koridoringnya," ujar Menteri LHK.

Beberapa komitmen politik yang menjadi fondasi penting dalam Konferensi Tenurial ini adalah reformasi penguasaan tanah dan pengelolaan hutan di Indonesia, yang sudah dicanangkan selama 2 tahun terakhir. Menurut Menteri Siti, komitmen politik ini perlu dipertahankan dan dijaga konsistensinya oleh semua pihak, walaupun dalam perjalanannya masih berhadapan dengan hambatan struktural yang sulit diatasi.

Pasalnya tanah dan sumberdaya alam lainnya jumlahnya terbatas, sangat terkait dengan ruang hidup dan hak asasi manusia. Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik bagi masyarakat adat dan lokal dan menurunkan fungsi-fungsi lingkungan hidup. Pelaksanaan konferensi ini diharapkan dapat mengoreksi sistem penguasaan tanah atau hutan, baik berupa kebijakan maupun inovasi yang bisa dilakukan oleh dunia usaha dan birokrasi pemerintahan sendiri.

Konferensi ini digagas oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Tenurial bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden RI (KSP) yang dibuka Presiden RI Joko Widodo. Acara ini dihadiri oleh 541 orang dari berbagai kalangan termasuk wakil-wakil pemerintahan, akademisi baik dalam dan luar negeri dari 40 kabupaten, dari 23 provinsi di Indonesia. [*]

Komentar

 
x